Peristiwa

Anak Sekolah, Ulama, dan Kesaktian Pancasila

Bendo – Pelajar berseragam pramuka itu berbondong-bondong mendatangi Monumen Soco di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Magetan.

Kedatangan siswa-siswi SDN Soco 2 itu setelah upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Mereka didampingi orang tua dan guru. Kehadiran anak-anak tersebut untuk menyemarakkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2022.

Salah seorang siswa, Nadian mengaku senang diajak berkunjung ke Monumen Soco. “Senang, lihat monumen. Ini baru pertama ke sini. Memperingati hari Kesaktian Pancasila,” kata Nadian.

Usai upacara, dilakukan penyerahan foto KH. Imam Mursyid Muttaqien, pengasuh dan pimpinan Pondok Pesantren Cokrokertopati Takeran kepada Bupati Suprawoto untuk dipasang di area Monumen Soco.

Dikatakan KH. M. Zuhdi Tafsir, Imam Mursyid merupakan pendiri PSM Takeran yang kala itu juga memiliki sumbangsih atas ideologi Pancasila. Imam Mursyid menjadi salah satu korban pembantaian pada tahun 9448 yang hingga saat ini jenazahnya belum diketemukan.

Tidak sekadar upacara, ziarah dan peninjauan lori dilakukan oleh Bupati Suprawoto, Wakil Bupati Nanik Endang Sumantri, Ketua DPRD Sujatno dan jajaran Forkopimda beserta jajaran OPD Pemkab Magetan. Upacara ini untuk mengenang korban kekejaman PKI 1948.

Bupati Suprwoto mengatakan, sebagai pemersatu bangsa, jangan sampai kita dipecahkan karena perbedaan ideologi.

“Ideologi itu mempersatukan kita, itu terbukti. Dan ini menjadi catatan sejarah yang patut kita jadikan instropeksi, jangan sampai peristiwa itu (pembantaian PKI) terulang lagi.  Tidak perlu tiga kali, kita sudah dua kali, ’48 dan ’65,” terang bupati. (mif/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment