Selasa, 25 Juni 2024

Barang Bekas Bisa Jadi Hipe Culture (Budaya Keren)

Belakangan ini sering mendengar istilah thrifting atau berburu baju atau pun sepatu bekas impor yang berasal dari luar negeri seperti Korea, Eropa, Amerika, Jepang, dan masih banyak lagi.

Namun, sebagian besar merek baju yang beredar bermerek Uniqlo. Uniqlo adalah brand fashion ternama di jepang yang menjadi pesaing dari brand besar seperti H&M dan ZARA. Bahkan, pada 2018 lalu, Uniqlo berada di posisi ketiga secara global sebagai pengecer mode cepat dengan penjualan yang tinggi.

Penjualan Uniqlo mencapai 19,6 miliar dolar AS, sedangkan dua pesaing lainnya yaitu Zara dan H&M, penjualannya mencapai 20,1 miliar dolar AS (Zara, Spanyol) dan 21,7 miliar dolar AS (H&M, Swedia).

Masih banyak yang menganggap bahwasannya Uniqlo adalah brand yang berasal dari korea selatan. Ada beberapa istilah di dunia perbajuan bekas ini, dengan kita mengetahui beberapa istilah berikut kita tidak akan salah sebut saat berbincang-bincang dengan lawan bicara.

Beberapa istilah kata yang ada diantaranya adalah thrift, thrifting, dan thrift shop. Dimulai dari kata dasarnya dulu, yaitu thrift. Istilah ini artinya adalah barang bekas atau secondhand yang masih dalam kondisi layak untuk dipakai; bisa berupa pakaian, elektronik, atau benda-benda antik lainnya. Ada pula produk sisa ekspor/impor yang tidak terjual dalam jangka waktu lama, akhirnya dijual sebagai barang jadul.

Sekarang ini, produk thrift yang sedang popular adalah baju dan sepatu. Harganya pun beragam misalnya, untuk pakaian atau sepatu yang lebih murah bisa kamu dapatkan dengan harga 5 ribu hingga 200 ribuan saja. Namun, untuk barang yang lebih langka, bisa-bisa kamu harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah,

Selanjutnya, adalah Thrifting yang diartikan seseorang mencari dan belanja barang bekas yang semakin hari semakin banyak peminatnya. Menurut sebagian orang yang tidak begitu memperdulikan brand  tertentu kegiatan ini mempunyai keseruan tersendiri ketika kita memilih barang lalu menemukan barang bekas dengan kondisi yang masih bagus, minim cacat, ataupun kondisi yang seperti baru.

Kemudian, istilah selanjutnya thrift shop yang memiliki arti toko yang menjual barang barang bekas/trhift. Dengan semakin berkembangnya zaman maka semakin pula tren thrift shop berkembang. Sekarang kita lebih dipermudah lagi dengan adanya e-commerce (Shopee, Tokopedia, Bukalapak) yang bisa dibuka dimanapun dan kapanpun.

Beberapa tips berbelanja barang bekas secara online.

Berbelanja barang bekas secara online bisa dilakukan dimanapun tanpa harus ribet datang ke toko, apalagi berdesak-desakan dengan orang di pasar, dan bisa saja mendapatkan harga yang lebih murah.

Berdasarkan sepengalaman saya berbelanja secara online di Shopee, hal pertama yang harus dilakukan yaitu mencari tahu tentang barang yang ingin dibeli untuk mengetahui bahwa produk tersebut merupakan barang asli atau palsu alias kw dan juga kita bisa memastikan bahwa produk yang ingin dibeli sudah stop produksi.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah cek harga pasaran dari produk karena dengan semakin majunya bisnis thrift terkadang ada beberapa oknum yang nakal dengan cara memasang harga yang jauh lebih tinggi dari harga aslinya, biasanya saya akan mencari baju di berbagai toko e-commerce lalu membandingkan dengan toko-toko yang lain agar tidak tertipu.

Hal ketiga yang perlu diperhatikan adalah menawar harga, dengan kita menawar harga kita jadi bisa mendpatkan barang yang lebih murah, tetapi menawar tidak berlaku pada barang langka atau yang banyak peminatnya.

Hal terakhir adalah mengecek kualitas dari produk yang akan dibeli dengan cara menanyakan atau meminta video produk dari berbagai bagian, jika si penjual tidak ingin direpotkan dengan video maka patut untuk dicurigai dan anda bisa langsung skip toko tersebut.

Fenomena trift ini menjadi obrolan hangat setelah chanel youtube Dedi Corbuzier mengundang narasumber penggiat thrifting atau bisa disebut sebagai salah satu orang yang dapat mendongkrak harga pasaran baju bekas. Ia memaparkan bahwa di setiap toko penjual baju bekas pasti ada beberapa baju yang memiliki merek terkenal seperti Nike, Adidas, A Bathing Ape (BAPE), Uniqlo dan masih banyak merek-merek terkenal seperti band ternama internasional.

Harga pakaian bermerek tadi dapat meningkat harganya karena merek tersebut adalah hasil kolaborasi antara produk fashion dengan salah satu artist atau tokoh publik terkenal ataupun merek tersebut pernah dipakai oleh orang yang namanya menjadi legend di dunia olahraga, perfilman, dan art, kata Jeffri Jouw yang akrab dipanggil Jejow (narasumber podcast Dedi corbuzier).

Ia juga menjelaskan cara berbisnis di bidang trift dengan pengalamanya selama ini dan bisnis-bisnis lainnya yang kini ia geluti. Pria yang juga seorang pendiri Urban Sneakers Society (USS) ini secara gamblang, menyebutkan penghasilannya dari menjual aneka macam sepatu bekas bisa mencapai Rp8 Miliar per bulan.

Ia mampu menjual barang fesyen bekas miliknya dengan harga jutaan. Dari sekadar hobi dan banyak belajar dari internet, Jejouw sukses dengan bisnis sneaker dan baju bekas. Salah satu baju yang ia kenakan sendiri ia beli dengan harga Rp100 hingga Rp200 ribu di Pasar Santa, namun ia bisa menjualnya kembali di pasaran dengan harga mencapai Rp10 hingga Rp15 juta.

Jika tahu trend yang sedang tinggi seperti barang vintage, harga bisa melambung tinggi menurutnya, apalagi market di luar negeri sangatlah besar. Baju-baju bekas itu sendiri rupanya adalah baju buangan dari Jepang. Meski dilarang masuk oleh pemerintah, banyak baju buangan dari luar yang masuk ke Indonesia.

Ia menuturkan bahwa banyak orang Indonesia yang sudah pintar karena mereka sudah tahu market, sehingga tahu bagai mana membedakan barang bekas asal Jepang. Selain di baju bekas, Jejouw juga mengungkapkan keuntungannya yang besar dari berinvestasi di sneaker.

Ditulis oleh: Muhammad Akbar Rizky H., Mahasiswa Agroteknologi

Berita Terkait

Hot this week

Pilkada Magetan, PAN Pastikan Jalan dengan Demokrat

Magetan – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Magetan memastikan...

Maju Pilkada Magetan, Nur Sodiq Sudah Daftar Cabup di Partai Gerindra

Magetan - Mohamad Nur Sodiq muncul sebagai wajah baru...

Direktur TWC Dikabarkan Maju Pilkada Magetan, Berikut Penjelasannya

Magetan – Setelah ada stagnasi perpolitikan pascapendaftaran cabup/cawabup, muncul...

Buka Komunikasi Politik, Kandidat Calon Bupati Magetan Nur Sodiq Temui Dua Ketua Partai

Magetan – Pelan-pelan, salah satu kandidat calon bupati Magetan...

Hari Raya Idul Adha, Nur Sodiq Pulkam, Kunjungi Pondok dan Berkurban

Magetan – Momentum Idul Adha 1445 H menjadi waktu...

Berita Terbaru

Jeneng, Jenang, dan Jaringan

DUA bulan lagi, pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil...

Pakai Anggaran Pusat, DPUPR Magetan Perbaiki Jalan Maospati-Bendo Mulai Juli

Magetan – Dinas PUPR Magetan akan memperbaiki jalan sepanjang...

Tepis Nyalon, Ketua AKD Magetan: AKD akan Ambil Peran untuk Sukseskan Pilkada 2024

Magetan – Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Magetan bertekad...

Popular Categories