Minggu, 21 Juli 2024

Belajar Sederhana dari Bung Hatta hingga Bupati Magetan Suprawoto

Magetan – Bung Hatta telah memberi contoh tentang hidup sederhana. Hidup tak bermewah-mewah. Pernah dikisahkan, orang yang memiliki jabatan setinggi beliau, tak kesampaian hanya untuk membeli sepatu Bally yang diimpikannya.

Kisah itu, sangat berbeda dengan potret pejabat yang tersaji belakangan ini. Satu per satu cerita pejabat bergaya hidup mewah mendominasi pemberitaan, sejak “Rubicon”.

Potret ini tak terjadi dalam kehidupan Bupati Magetan Suprawoto. Justru, sebaliknya. Seperti kisah Bung Hatta. Seperti dongeng-dongeng yang mengajarkan nilai kebaikan, Bawang Merah Bawang Putih, Cindelaras, dan yang lain.

Itulah yang tertanam pada diri Suprawoto. Orang tuanya mematri pesan moral tentang nilai-nilai kehidupan itu sejak kecil, sehingga menjadi prinsip hidup. Dan, diteruskan ke anak-anaknya.

“Anak-anak saya belum bisa tidur kalau saya belum kasih dongeng,” kenangnya.

Cara Suprawoto memilih hidup sederhana didapat dari orang tuanya itu diceritakan dalam sebuah Talkshow Radio Suara Surabaya, Kamis (16/3/2023) lalu.

“Saya dan istri pegawai negari. Kami hidup sesuai gaji yang kami terima. Menjadi pegawai negeri in ikan tidak menjadi miskin. Tapi, juga tidak bisa untuk hidup bermewahan,” katanya.

Suprawoto memilih gaya hidup sederhana. Menyesuaikan hidup dengan gaji yang diterima.

“Dengan pilihan itu, meski jabatan naik gaya hidup tidak berubah. Karena jika gaya hidup naik, maka sulit menurunkannya. Kalau ada kelebihan pendapatan dari kenaikan jabatan, saya lebih memilih untuk program lain, seperti membantu saudara atau orang lain. Bukan menaikkan gaya hidup,” jelasnya.

Suprawoto mencontohkan salah satu cara sederhananya, adalah belanja ke pasar tradisional. Bukan ke pasar modern, kecuali untuk beli buku.

“Kalau ke pasar itu, kita akan melihat realitas kehidupan. Bukan anti toko mewah, tapi membatasi saja,” ungkapnya.

Pun dengan olahraga. Memilih yang tanpa biaya, bersepeda, jalan kaki. Olahraga saya pilih yang minim biaya, sepedaan, jalan kaki.

“Suatu ketika, saat anak saya kuliah di Fakultas Kedokteran UI, dia minta untuk dibelikan mobil. Akhirnya, saya bilang, kita akan beli mobil dengan kredit, karena kemampuan ya segitu. Saya biasakan untuk bercerita kepada anak-anak penghasilan yang kita dapatkan. Dan, saya katakan kamu gak akan tahu rasanya beli mobil dengan hasil sendiri,” jelasnya.

Kata Suprawoto, hidup harus menebar kebaikan. “Prinsipnya menjadi manusia yang tidak kemrungsung, hidup penuh bersyukur.” (far/mk)

Berita Terkait

Hot this week

Ajukan Surat Pengunduran Diri, Pj Bupati Magetan Hergunadi Maju Pilkada

Magetan – Penjabat Bupati Magetan Hergunadi memastikan diri untuk...

Kwarcab Pramuka Magetan Utus Dua Anggota Ikuti Diklat Lanjutan Brigade Penolong Kwarda Jatim

Surabaya – Sebanyak dua utusan Kwartir Cabang (Kawrcab) Pramuka...

Perputaran Ekonomi Lebih Setengah Milyar, Pameran Tosan Aji Ditutup dengan Wayang Kulit

Pameran Tosan Aji Joyo Jayaning Nuswantoro 2024, yang digelar...

Sidak di Tiga Kecamatan, Tim Gabungan Pemkab dan Polres Magetan Temukan Kandang Ayam Gunakan Gas Melon

Magetan – Tim gabungan dari Diperindag, Disnakkan, Bidang Perekonomian...

Kampus Unesa Mau Buka, Satpol PP dan Damkar Magetan Merazia PSK

Maopasti - Sebanyak 10 PSK terjaring dalam razia yang...
-Advertisement-spot_img

Berita Terbaru

‘Nyawiji Budi Pakerti lan Budaya’, Gumregah Bersih Desa Kelurahan Kebonagung Magetan

Magetan - Pelaksanaan Bersih Desa Kelurahan Kebonagung, Magetan, makin...

Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 Resmi Diluncurkan, Menteri AHY Harap Bisa Dorong Investasi dan Kepastian Hukum

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),...

Ini 7 Program Andalan Kakanwil BPN Jatim dalam 100 Hari Kerja

Surabaya - Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa...

Pj Bupati Magetan ‘Running’ Pilkada, Golkar Tetap Usung Bunda

Magetan – Mundurnya Hergunadi sebagai Pj Bupati Magetan untuk...
spot_img

Popular Categories