Wisata & Kuliner

Bermodal Urunan, Karang Taruna Nitikan Kembangkan Wisata Kelen

Plaosan – Bermodal ‘’wul-wulan’’ dana, pemuda di Desa Nitikan, Kec. Plaosan, Magetan ini, nekad mengembangkan Wisata Kelen di kali Santer.

Di sungai kecil yang konon dibangun semenjak zaman Belanda tersebut, tiap hari Minggu, dibuka menjadi arena river tubing dan rafting.

Tergabung dalam Karang Taruna Nitikan Digdaya, awalnya kawula muda Nitikan tersebut, tergerak menjadikan Wisata Kelen menjadi ikon pariwisata desa Nitikan.

‘’Kami ingin seperti desa-desa lain. Punya ikon pariwisata. Setelah rembugan, kami berkeputusan memaksimalkan aliran kali Santer menjadi wahana wisata kelen,’’ ujar Suprapto, anggota Karang Taruna Nitikan Digdaya, Jumat (11/03/2022).

Buka sebelum masa pandemi Covid-19, Wisata Kelen River Tubing and Rafting sempat booming. Banyak wisatawan yang berminat dengan objek wisata baru ini. Namun, hempasan pagebluk membuat Karang Taruna Nitikan Digdaya ini menghentikan aktivitas alias tutup.

Sebenarnya, jika wisatawan ini menikmati sensasi ngintir di kali Santer ini, tak perlu merogoh biaya mahal. Cukup Rp5 ribu untuk durasi 30 menit. ‘’Pas sebelum pandemi, banyak yang berkunjung,’’ imbuh Debby Prayogo, anggota Karang Taruna Nitikan Digdaya yang lainnya.

Dari hasil tersebut, kawula muda yang berkecimpung di Wisata Kelen ini belum sepeserpun menikmati hasilnya. Mereka memilih dana yang terkumpul tersebut untuk pengembangan infrastruktur wahana. ‘’Hasil atau uang dari pengunjung itu kami kumpulkan,’’ kata Suprapto.

Kemudian, mereka menggunakannya untuk membangun kamar mandi, mengecat dinding saluran, membuat aneka hiasan di sepanjang jalur ‘’ngintir’’. Juga untuk membeli ban bekas, helm pengaman, serta rompi pelampung. ‘’Tiap bulan kami juga lakukan evaluasi. Untuk pengembangan,’’ kata dia.

Pasca PPKM ini, tutur Debby, Wisata Kelen kembali buka. Setelah lama tutup lantaran pandemi. ‘’Ini kami kembali dari nol. Kami niati bersama agar Nitikan memiliki ikon wisata,’’ ungkap mereka berdua optimistis.

Selain wisata tubing and rafting ini, di visi misi Karang Taruna Nitikan Digdaya adalah pemberdayaan masyarakat sekitar.

Dan, itu sudah terwujud. Yakni, dengan sambutan warga masyarakat di sepanjang kali Santer. Di lokasi kira-kira sepanjang 500 meter tersebut, tiap minggu banyak ibu-ibu yang jualan. Menyambut wisatawan.

‘’Ada yang jualan kopi dan jajanan. Intinya, keberadaan Wisata Kelen ini bisa menjadi salah satu penggerak perekonomian warga di sepanjang tempat ngintir,’’ terang mereka berdua.

Selama ini, pemuda yang tergabung Karang Taruna Nitikan Digdaya hanya ngangsu kaweruh soal pengembangan pariwisata di Genilangit. Utamanya tentang penggerakan pemuda dan pemberdayaan warga.

‘’Doakan niatan baik kami mengembangkan Wisata Kelen ini bisa diterima masyarakat. Kami hanya ingin mewadahi para pemuda agar memiliki aktivitas positif. Semua kami kerjakan dengan sepenuh hati dengan satu tekat agar Nitikan menjadi lebih dikenal masyarakat luas,’’ ungkap mereka. (ant/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment