Breaking news:

Bisnis Mebel Menempa Caleg Demokrat Magetan, Wahyu Kurniawan Menjadi Pribadi yang Tepat Janji

Magetan – Sore itu, cuaca agak gelap. Mendung pekat di atas langit Magetan Kota. Wahyu Kurniawan bersama sejumlah pegawainya sedang menyiapkan baliho.

Baliho sebagai media kampanye dirinya. Caleg nomor 1 dari Partai Demokrat untuk Dapil Magetan 1 (Magetan-Panekan). Dalam baliho ditulis, “Saatnya yang Muda Mengabdi”.

“Yang besar, 2 kali 3, sekitar 90. Kalau yang satu kali dua, 200-an,” kata Wahyu, ketika ditanya berapa jumlah yang sedang disiapkan itu, Jumat (2/12/2023).

Baliho ini menambah gambar sebelumnya yang sudah terpasang di sejumlah tempat di dapil Magetan 1. Baliho yang lama, Wahyu berkaos putih lengan panjang, tanpa nomor caleg.

Wahyu memutuskan untuk maju menjadi calon legislatif karena banyak faktor. Yang paling mendasari karena dia besar dari keluarga petani.

“Saya anak petani. Ada banyak problem di bidang pertanian. Tenaga kerja, pupuk, regenerasi. Saya sering mendampingi bapak melakukan protes ke dinas terkait distribusi pupuk dan yang lain,” jelas Wahyu.

Tak hanya pertanian. Sejak menggeluti dunia usaha mebel, Wahyu aktif di kelompok UMKM perkayuan, bergabung juga di kepengurusan Rumah Promosi Magetan.

“Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan. Di wisata, kalau ada ikon cinderamata dari Magetan berbahan kayu kan menarik itu,” imbuhnya.

Problem dan potensi yang dimiliki Magetan mendorong Wahyu untuk nyaleg.

“Saya biasa banyak aktivitas. Anak muda terus duduk-dukuk saja malah kayak njarem sendiri,” katanya sembari tertawa.

Dorongan untuk mewakafkan dirinya bagi Magetan itu terus menguat. Hingga mengalahkan kenyamanan sebagai pengusaha muda yang telah memiliki omzet ratusan juta per bulan.

“Magetan bisa sangat berkembang lebih dari sekarang. Saya akan memberikan tenaga dan pikiran saya untuk itu,” jelas anak muda 38 tahun itu.

Wahyu bercerita sebelum ada di bisnis mebel, dirinya sempat merantau selama 13 tahun. Bekerja di segala bidang. Dia sempat menduduki Kepala Cabang area Jawa Tengah di bidang marketing.

Jabatan yang sudah mentereng itu dilepas, karena pulang kampung. Menemani istri di Magetan, dan bisnis mebel.  

Bisnis mebel yang digeluti menempa Wahyu menjadi pribadi yang tidak obral janji, namun sebaliknya menepati janji. Sejak 6 tahun memimpin usaha mebel yang diwariskan mertuanya, Wahyu belajar dua hal.

“Bisnis kami dibangun dengan meletakkan kepercayaan di atas segalanya. Ada pesanan lalu kami janjikan selesai pada hari H. Ya, harus tepat. Janji harus ditepati. Sehingga, saya belajar mebel juga. Bukan terus gak bisa apa-apa. Urusan finishing saya bisa, sehingga kalau ada pegawai yang berhalangan saya kerjakan demi ketepatan janji,” ungkap Wahyu yang memiliki 15 karyawan itu.

Mendung pekat berubah menjadi hujan. Pekerjaan mempersiapkan pemasangan baliho sementara dihentikan.

Wahyu mengatakan kalau tidak anak muda siapa lagi? Sudah saatnya yang muda mengabdi. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Berita Terkait