Peristiwa

Buku Antuk Amanah Bupati Magetan, Pertanggungjawaban Pak Bupati kepada Warga

Magetan – Acara Mbulan Dadari, yang digelar rutin setiap bulan sebagai upaya untuk nguri-nguri kebudayaan Jawa di Pendopo Surya Graha, Sabtu (21/1/2023) diisi secara khusus oleh Bupati Magetan.

Di acara itu, Bupati mengenalkan buku barunya, Antuk Amanah Bupati Magetan. Buku berbahasa Jawa itu dibedah oleh seniman dari sejumlah daerah.

“Buku ini tulisan tentang apa yang dilakukan Bupati, yang dilihat, yang dirasakan, yang dicita-citakan ketika menjadi Bupati Magetan,” kata Pegiat Literasi dari Ponorogo, Ki Sutejo.

Membaca buku ini, Sutejo menilai Pak Bupati menulis karena panggilan hidup.

Buku ‘Antuk Amanah Bupati Magetan’ memiliki 170 halaman. Buku ini ditulis selama sebulan ketika Bupati Suprawoto, cedera kaki, Oktober 2022 lalu.

“Biasanya kan kalau malam ada acara. Nah, ini mendadak tidak bisa karena kaki sakit. Akhirnya, saya gunakan untuk menulis,” ungkap Suprawoto.

Saat sakit, Suprawoto memutuskan untuk menulis tentang ceritanya menjadi Bupati, dan apa saja yang telah dikerjakan. Bupati menganggap buku ini tanggung jawabnya ke publik atas amanah menjadi bupati.

“Tahun ini, saya purna. Saya ingin meletakkan dasar, bahwa pejabat publik harus mempertanggungjawabkan amanahnya secara terbuka ke rakyat,” katanya.

Buku ditulis dalam Bahasa Jawa, kata Bupati, agar menjadi materi belajar siswa di Magetan.

“Saya bukan Presiden. Saya orang biasa saja. Kalau tidak unik nanti tidak dibaca, supaya unik saya tulis dalam Bahasa Jawa. Buku ini saya tulis apa adanya,” jelasnya.

Bupati mengutip Sastrawan Pramoedya Ananta Toer,  orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama jika tidak menulis, maka ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. (rud/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment