Peristiwa

Bunda PAUD di Magetan Belajar ‘Kubaca’

Magetan – Siapa yang tidak ingin anak kecilnya cepat bisa membaca. Kini, ada metode membaca yang tidak hanya membuat anak bisa membaca dalam waktu singkat, namun juga menumbuhkan kecintaan membaca.

Metode ini diajarkan pada 100 Bunda PAUD (pendamping belajar pada Pendidikan Anak Usia Dini) se-Magetan di balai pertemuan Padimas Resto di Randugede, Plaosan, Magetan, Selasa (14/12/21).

Suasana riuh oleh gelak tawa mewarnai pelatihan itu. Sejumlah dari mereka, berdiri dan mempraktikkan permainan anak-anak. Di tangannya, ada kartu bertuliskan satu kata. Mereka sedang belajar metode membaca cepat ala Kubaca.

Para Bunda PAUD begitu antusias mengikuti arahan Diah Litasari, penemu metode Kubaca. Lita mengatakan pengalaman membaca awal yang diberikan secara tepat dan menyenangkan itu sangat penting bagi anak.

“Metode ini memungkinkan proses belajar membaca menjadi sebuah pengalaman yang bermakna dan menyenangkan bagi anak. Dan yang terpenting, menumbuhkan minat baca yang sehat,” ujar Lita.

Keunggulan metode Kubaca terletak pada sistem membaca kata secara utuh dengan pilihan kata yang tepat (corpus linguistic) sesuai dengan perkembangan pemerolehan bahasa anak sebagai pembaca pemula.

Diana Sasa, aktivis literasi sekaligus direktur Yayasan Dbuku Magetan, inisiator acara yang dikemas dalam Training of Trainer (Pelatihan Pelatih) tersebut, menginginkan anak-anak menyukai aktivitas membaca sejak dini. Ia berharap, dengan pelatihan ini, para bunda PAUD di Magetan dapat melatih anak-anak di PAUD kemampuan membaca sejak dini.

“Ini bukan pemaksaan pada anak ya. Karena dilakukan dengan gembira. Menurut saya, semakin cepat anak bisa membaca, akan semakin baik menumbuhkan minat bacanya. Minat baca yang tumbuh sejak dini tentu sangat bagus untuk menumbuhkan gairah membaca lebih banyak,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD jatim itu.

Diana bersama Yayasan Dbuku yang dipimpinnya ingin menggelar pelatihan serupa secara terus menerus selama beberapa bulan ke depan.

“Saya targetkan 300-an PAUD yang ada di Magetan, minimal satu bunda PAUD nya sudah mendapat pelatihan Kubaca. Sehingga mereka bisa mengembangkannya pada bunda PAUD yang lain, atau juga pada orang tua. Saya yakin dalam tiga bulan akan tercapai target ini,” katanya optimis.

Romlah, Ketua HIMPAUDNI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini) Kabupaten Magetan mengaku senang mendapat pelatihan ini.

“Masih baru bagi kami. Bu Diana sering-sering ya menggelar acara seperti ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini para bunda PAUD selain mendapatkan ilmu metode Kubaca, juga mendapatkan modul dan sertifikat. (far/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment