Peristiwa

Bupati: Penutupan Pasar Hewan untuk Tekan Penyebaran PMK

Magetan – Kebijakan lockdown dengan menutup sementara waktu aktivitas di seluruh Pasar Hewan di Magetan diambil Bupati Suprawoto. Langkah ini untuk memininalisasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Di mana, di Magetan sudah ada 24 sapi yang tertular dan positif PMK berdasar uji laboratorium. “Penutupan sementara pasar hewan ini sampai Magetan dinyatakan hijau dan aman maka akan kami buka kembali,” ujar bupati Kamis (19/05/2022).

Menurut bupati, sebenarnya, sapi yang terkena itu berasal dari luar Magetan, kata peternak. Selain itu, sejak wabah PMK muncul di Gresik dan beberapa daerah, tim medik Disnakkan terus memantau ke peternak dan pasar hewan.

“Begitu satu kandang kena PMK, yang lain pun pasti kena,” ungkap Suprawoto.

Beberapa hari sebelumnya, bupati serta jajaran OPD terkait juga melakukan kampanye aman mengonsumsi daging maupun susu. Ini dengan catatan diproses dengan baik.

Bupati Suprawoto juga meyakinkan bahwa PMK tidak menular kepada manusia, semua produk daging dan susu juga aman dikonsumsi. Hewan ternak yang sudah terindikasi positif PMK, tetap dapat disembuhkan dengan penanganan yang baik.

“Oleh karena itu, jika ada warga yang hewan ternaknya terindikasi, diharapkan segera melapor ke Disnakkan agar segera dilakukan penanganan medik,” harap bupati. (mif/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment