Senin, 27 Mei 2024

Cabuli Siswi hingga Nginap di Hotel, Guru Agama Diancam Penjara 15 Tahun

Magetan – Kepolisian Resor Magetan berhasil mengamankan MH (32), seorang guru agama sekolah dasar di Magetan yang nekat merudapaksa siswinya yang masih di bawah umur.

Tidak hanya sekali, aksi bejat pria asal Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri tersebut dilakukan kepada siswinya sejak duduk di bangku kelas VI SD hingga korban kelas VII SMP.

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari kepala SMP tempat korban bersekolah saat ini yang menginformasikan kepada orang tua korban. Bahwasanya anak mereka diajak menginap oleh guru agama tersebut.

“Pada hari Jum’at (3/11) lalu, orangtua korban dipanggil kepala sekolah. Mereka menginformasikan bahwa anaknya diajak nginap oleh oknum guru di kawasan Sarangan,” ujar Kasatresekim Polres Magetan AKP Angga Perdana saat konferensi pers di Mako Polres Magetan, Jumat (10/11/2023).

Lebih lanjut, orang tua korban kemudian menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada anaknya. Dari pengakuan korban, perlakuan bejat MH sudah dilakukan sejak dirinya masih sekolah di sekolah dasar. Tidak terima dengan hal itu, orang tua korban langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Korban mengaku dipegang di bagian sensitif. Selain itu, dirinya dengan tersangka juga melakukan perbuatan persetubuhan bersama di sebuah hotel di Sarangan,” lanajutnya.

Sedangkan modus dari pelaku berawal dari hubungan antara guru dan murid yang kemudian menjalin asmara. Selain itu, tersangka berjanji akan menikahi korban dan juga sering memberikan hadiah sehingga korban mau diajak melakukan perbuatan tersebut.

“Pengakuan pelaku, sudah melakukan 5 kali hubungan badan. Tidak hanya di Hotel, melainkan pernah di kamar mandi sekolah,” jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Melakukan perbuatan persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” pungkas Angga. (rud/mk)

Berita Terkait

Hot this week

Tangki Bocor, Espass Terbakar Usai Isi BBM di Takeran

Takeran – Percikan api yang muncul dari mesin mobil...

Memajukan Magetan Tak Cukup Hanya Bergantung kepada Siapa Bupatinya

Jakarta – Salah satu nama yang kerap disebut-sebut juga...

Setelah PKB dan Golkar, Nanik Sumantri Daftar Cabup di Partai Nasdem Magetan

Magetan – Kandidat calon bupati Nanik Endang Rusminiarti atau...

Ganggu Irigasi Petani, Pemkab Magetan akan Bongkar Bangunan di Belakang Pasar Sayur

Magetan – Pemkab Magetan akan membongkar bangunan liar di...

Sudah (Seharusnya) Sujatno Maju Pilkada Magetan

Magetan – Awal bulan Mei, LSM Magetan Center yang...

PPS Dilantik, Pj Bupati Magetan: Bekerjalah Sesuai Sumpah, agar Pilkada Kondusif

Magetan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Magetan melantik 705...

Pesan Kebhinekaan dari 2 Ribu Siswa Magetan di Acara Tari Massal Hardiknas 2024

Magetan – Pesan keberagaman, kebhinekaan disampaikan melalui sebuah event...

Tuntas, Mbah Tik Kembalikan Formulir Cabup Pilkada Magetan di 4 Partai

Magetan – Kandidat calon bupati Tikno, hari ini, Sabtu...

Keren, Magetan Gelar Kejuaraan Karate Internasional di GOR Ki Mageti 25-26 Mei 2024

Magetan – Magetan punya prestasi membanggakan di bidang penyelenggaraan...

Dari 9 Parpol di DPRD Magetan, Nanik Sumantri Daftar Cabup di 7 Parpol

Magetan - Kandidat calon bupati Nanik Endang Rusminiarti, paling...

Popular Categories