Breaking news:

Cara Norman Membangun Tinju Magetan

Magetan – Ini sore terakhir Farhan Ananta Talli berlatih di Sasana Redam Boxing Camp, sebelum bertanding di Surabaya Boxing Open Competition 2024, 1-3 Maret...

KPU Magetan: Rekapitulasi Selesai, Diterima dan Tidak Ada Catatan

Magetan - Banyaknya keluhan serta kekecewaan para saksi partai politik terkait regulasi rekapitulasi ditanggapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Magetan. Ketua KPU Magetan, Fahrudin menjelaskan,...

Rekapitulasi KPU Magetan Selesai, Saksi Menerima, tapi Banyak yang...

Magetan - Tahapan rekapitulasi manual Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan, dinyatakan selesai Rabu malam (28/2/2024). Untuk hasilnya, para saksi partai politik kabupaten menerima...

Cabuli Siswi hingga Nginap di Hotel, Guru Agama Diancam Penjara 15 Tahun

Magetan – Kepolisian Resor Magetan berhasil mengamankan MH (32), seorang guru agama sekolah dasar di Magetan yang nekat merudapaksa siswinya yang masih di bawah umur.

Tidak hanya sekali, aksi bejat pria asal Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri tersebut dilakukan kepada siswinya sejak duduk di bangku kelas VI SD hingga korban kelas VII SMP.

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari kepala SMP tempat korban bersekolah saat ini yang menginformasikan kepada orang tua korban. Bahwasanya anak mereka diajak menginap oleh guru agama tersebut.

“Pada hari Jum’at (3/11) lalu, orangtua korban dipanggil kepala sekolah. Mereka menginformasikan bahwa anaknya diajak nginap oleh oknum guru di kawasan Sarangan,” ujar Kasatresekim Polres Magetan AKP Angga Perdana saat konferensi pers di Mako Polres Magetan, Jumat (10/11/2023).

Lebih lanjut, orang tua korban kemudian menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada anaknya. Dari pengakuan korban, perlakuan bejat MH sudah dilakukan sejak dirinya masih sekolah di sekolah dasar. Tidak terima dengan hal itu, orang tua korban langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Korban mengaku dipegang di bagian sensitif. Selain itu, dirinya dengan tersangka juga melakukan perbuatan persetubuhan bersama di sebuah hotel di Sarangan,” lanajutnya.

Sedangkan modus dari pelaku berawal dari hubungan antara guru dan murid yang kemudian menjalin asmara. Selain itu, tersangka berjanji akan menikahi korban dan juga sering memberikan hadiah sehingga korban mau diajak melakukan perbuatan tersebut.

“Pengakuan pelaku, sudah melakukan 5 kali hubungan badan. Tidak hanya di Hotel, melainkan pernah di kamar mandi sekolah,” jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Melakukan perbuatan persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” pungkas Angga. (rud/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Berita Terkait