Breaking news:

Chat Terakhir Mbah Lurah Krajan dengan PMI yang Meninggal di Taiwan

Magetan – Mbah Lurah Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Mujiono masih ingat betul chatting-an lewat aplikasi WhatsApp, antara dirinya dengan Ayu Purwati, warganya yang meninggal dunia di Taiwan, Kamis (15/12/2022).

‘’Saya sempat chatting-an dengan almarhumah mbak Ayu. Saling berkabar. Tanya kesehatan masing-masing. Guyonan. Ternyata, itu chatting-an kami terakhir. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,’’ ungkap Kepala Desa Krajan, Mujiono, Jumat (16/12/2022).

Mbah lurah mengaku dekat dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Krajan ini. Maklum saja, antara dirinya dan Ayu Purwati masih ada tali persaudaraan. ‘’Mbak Ayu ini orang yang baik, Insya Allah,’’ terang Mujiono.

Sebagai kepala desa dan saudara, Mujiono mengaku men-support dan menguatkan keluarga Ayu di Krajan. Dia berharap, jenazah Ayu bisa dipulangkan ke Tanah Air. ‘’Kami terus memantau kondisi keluarga di Krajan. Juga info dari Taiwan. Kami saling koordinasi bagaimana baiknya?” tutur dia.

Mbah lurah paham kondisi keluarga dan keseharian Ayu selama di desanya. Saat itu, ia pulang kampung. Tak lama, Ayu berangkat kembali untuk merantau ke Taiwan.

“’Mbak Ayu ini baru saja pulang dari Taiwan. Belum lama kok. Saat itu, kondisinya baik-baik saja,’’ terang Mbah Lurah tanpa menyebut kapan kepulangan Ayu terakhir kalinya itu.

Dikutip dari suarabmi.co.id, perempuan berparas cantik itu meninggal dunia di Taiwan. Awalnya Ayu bermaksud memeriksa diri ke rumah sakit. Sebab, informasinya, Ayu tengah hamil muda, 2-3 bulan. Lantas temannya membantu mencarikan taksi karena tidak enak badan.

Dalam perjalanan Ayu diduga pingsan. Mungkin, dia mengalami pendarahan. Oleh taksi yang membawanya, informasinya, dia diturunkan di pinggir jalan begitu saja dalam kondisi tak sadarkan diri.

Kemudian, Ayu ditemukan masyarakat Taiwan. Ketika ditemukan, dia langsung dibawa ke rumah sakit, akan tetapi nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Detak jantungnya sudah berhenti.

Kabar duka atas meninggalnya si Ayu ini pun tersiar. Di kampung halaman, Mbah Lurah Mujiono serta keluarga di Krajan pun tahu. Mereka memahami kronologis kejadian yang menimpa Ayu.

Keluarga pun juga telah menerima dengan ikhlas. “Mbak Ayu itu insha Allah, orangnya tidak neko-neko. Dia bekerja di Taiwan itu bersama suaminya,’’ kata Mbah Lurah. Selamat jalan pahlawan devisa! (mif/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Berita Terkait