Jumat, 19 April 2024

Di Bidang Kesehatan, Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak, Inovasi Magetan Juara

Share:

Magetan – Ini masalah prioritas. Ini penting karena menyangkut nyawa manusia. Pemkab magetan berupaya terus menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak.

Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah dengan deteksi dini. Ibu hamil minimal harus 6 kali periksa selama kehamilan.

Kunjungan pemeriksaan ibu hamil secara terpadu (ANC=Ante Natal Care) masih rendah. Angka di Kecamatan Bendo, waktu itu masih sekitar 30 persen yang periksa.

“Sebab terbanyak karena tidak ada yang antar ke Puskesmas untuk ANC,” kata Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rohmat Hidayat, Selasa (4/7/2023).

Menurut Rohmat, mereka yang tidak rutin melakukan ANC, lalu hanya datang waktu persalinan, maka tidak terpantau kesehatannya.

“Seringkali kedatangan waktu persalinan itu karena tidak terpantau tiba-tiba anemia, kurang gizi, hipertensi dan lain-lain,” jelasnya.

Bidan desa di Bendo mengusulkan agar ada layanan antar semacam ojek agar mereka yang tak bisa periksan ANC karena alasan tak ada yang antar bisa diselesaikan. Usulan ini dibawa ke rapat desa. Disetujui.

Ojek Ibu Hamil (Jekmil) lahir di Bendo.

“Awalnya tahun 2018 itu masih 2 dua, setahun kemudian sudah 13 desa dengan 43 driver,” cerita Iin Rosita, inisiator Jekmil.

Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rohmat Hidayat mengatakan, akhir tahun 2022 inovasi Jekmil telah ada di semua desa di Magetan.

“Ada sekitar 400-an driver Jekmil yang merupakan ibu-ibu warga setempat,” katanya.

Inovasi Jekmil mengantarkan Magetan meraih Top 45 inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021.

“Ini adalah bukti bahwa inovasi-inovasi pelayanan publik di Magetan dihargai. Jadi jangan minder. Mari terus lakukan inovasi untuk melayani masyarakat lebih baik lagi,” kata Bupati Magetan Suprawoto.

Dan, yang terpenting angka kematian Ibu dan anak, tahun 2015  angka Kematian Ibu di angka 301 per 100.000 kelahiran hidup. Sekarang, 112 per 100.000 kelahiran hidup.

Menurut Rohmat, Jekmil juga ikut mencegah terjadinya stunting karena deteksi dini kesehatan ibu hamil. Angka stunting di Magetan terus ditekan, tahun 2019 (21,54%), 2021 (17,2%), 2022 (14,9%), survei bulan timbang pada Februari lalu, sudah sekitar 10 Persen. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

━ berita terkait

638
Bupati Magetan 2024-2029 Pilihan Anda

━ berita terbaru

Hari Raya di Era Digital

Kebetulan saya mengalami berbagai jaman di dalam merayaan Hari Raya Idhul Fitri, kalau mengacu perkembangan teknologi jaringan atau network dalam dunia telekomunikasi. Ingatan saya...