Senin, 17 Juni 2024

Digitalisasi Boleh tapi Generasi Muslim Milenial Wajib Memahami Isra Mikraj

Lembeyan – Era teknologi informasi tak bisa dihindari. Zaman digital sudah merambah Indonesia. Namun demikian, generasi muslim milenial harus tahu dan paham akan sejarah Isra Mikraj Nabi Agung Muhammad SAW.

“Modernisasi boleh. Digitalisasi silahkan. Tapi, pesan saya, anak muda milenial wajib memahami sejarah utuh dari Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW,” ujar Gus Nur Wakhid, pengasuh Ponpes Roudlotul Huda, Desa Kedungpanji, Kec. Lembeyan, Magetan, Senin (28/02/2022).

Menurut Gus Wakhid, Isra Mikraj adalah kisah perjalanan Nabi Agung Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Saudi Arabia ke Masjidil Aqsa di Palestina. Hingga naik ke langit ke tujuh, Sidratul Muntaha.

“Perjalanan tersebut ditempuh dalam sepertiga malam. Dan Isra Mikraj merupakan bukti kekuasaan dan kebesaran Allah SWT,” terang Gus yang juga wakil Ketua DPRD Magetan itu.

Peristiwa itu sekaligus menunjukkan bahwa segala sesuatu tidak ada yang mustahil bagi Allah. Bagi Muslim, wajib mengimani peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang telah disebutkan dalam Alquran.

Di mana, saat itu, Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Tuhan, bukan dari malaikat Jibril. “Karena itu, betapa pentingnya, salat lima waktu. Yang salah satunya merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap dia.

Bagi Gus Wakhid, Isra Mikraj adalah sebuah pembelajaran bagi kita sebagai Muslim. Sebab, secara logika, perjalanan tersebut tidak mungkin dilakukan.

“NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa AS) saja menciptakan pesawat luar angkasa membutuhkan waktu tempuh 204 hari untuk mencapai planet Mars dari peluncuran. Nabi Agung, hanya sepertiga malam dalam perjalanan Isra Mikraj. Ini bukti maha luar biasanya Allah.”

Dikatakan Gus Wakhid, manusia wajib melakukan proses atau ihktiar dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, tidak boleh menafikan kekuasaan dan intervensi Allah.

“Makanya, yang kita lakukan di dunia itu hanya 10 persen atau 20 persen. Selebihnya, itu intervensi Tuhan, mutlak milik Allah, yang telah ditulis dalam Lauhul Mahfudz,” papar dia. (ant/mk)

Berita Terkait

Hot this week

Jalin Sinergi, Pers dan Humas Polres Magetan Kunjungi Polda Jatim

Magetan - Perwakilan organisasi pers dan perusahaan pers di...

Direktur TWC Dikabarkan Maju Pilkada Magetan, Berikut Penjelasannya

Magetan – Setelah ada stagnasi perpolitikan pascapendaftaran cabup/cawabup, muncul...

Mas Manto, ‘Ngetrail’, dan Olahraga di Magetan

Magetan – Olahraga, seperti tak pernah lepas dari aktivitas...

Pakar Komunikasi Politik: Kalangan Birokrat Punya Kans Besar di Pilkada Magetan

Magetan – Kalangan birokrat punya kans besar di Pilkada...

Menanti Kejutan “Wong Pusat”

GEMA pemilihan kepala daerah di Magetan seolah mulai mengalami...

Berita Terbaru

Disambut Meriah Warga Magetan, Semarak Takbir Keliling dan Lomba Lampion

Magetan – Kumandang takbir membuka malam. Di seputaran jalan...

Gangguan Rem, Bus Mercy Laka Tunggal di Plaosan

Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Cemorosewu-Plaosan,...

Direktur TWC Dikabarkan Maju Pilkada Magetan, Berikut Penjelasannya

Magetan – Setelah ada stagnasi perpolitikan pascapendaftaran cabup/cawabup, muncul...

Popular Categories