BerandaPeristiwaDiikuti 2.300 Peserta, Napak Tilas Ngupatan Mengenang Kegigihan Pemerintahan Magetan

Diikuti 2.300 Peserta, Napak Tilas Ngupatan Mengenang Kegigihan Pemerintahan Magetan

Magetan – Waktu itu, Belanda sedang melancarkan agresi militer kedua. Targetnya, menangkap pemimpin Indonesia, Soekarno, Hatta, dan Sjahrir.

Serangan pertamanya, di Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta. Penyerangan ke Ibu Kota Indonesia kala itu, diikuti serangan ke sejumlah wilayah di Jawa, termasuk Jawa Timur. Operasi militer Belanda ini, juga ke Magetan.

Sejarah mencatat, agresi militer besar-besaran itu, dilakukan pada 19 Desember 1949.

Situasinya menjadi serba darurat. Namun, pemerintahan harus tetap berjalan. Magetan kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke Desa Ngunut, di Kecamatan Parang.

Belanda meninggalkan Magetan, 26 Oktober 1949. Pemerintahan masih di Ngunut. Baru pindah kembali ke pusat kota, 1 Januari 1950.

Sejarah perpindahan kembali pemerintahan dari Ngunut ke Magetan, dikenang dengan napak tilas Ngunut-Parang-Magetan (Ngupatan).

Kegiatan napak tilas selalu menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan perayaan hari jadi Magetan, setelah ziarah makam 7 leluhur.

“Ini untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu Magetan yang mempertahankan roda pemerintahan tetap berjalan meskipun dalam tekanan,” kata Bupati Magetan, Suprawoto.

Hari ini, 5 Oktober 2022, napak tilas Ngupatan diikuti lebih dari 2.300 peserta yang terbagi dalam grup dan perorangan. Mereka menempuh sekitar 18 kilometer yang terbagi dua etape. (far/mk)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Videotron di Pasar Baru, Ketua Paguyuban Pedagang: Bisa Jadi Sarana Promosi Pelaku UMKM Magetan

Magetan - Ketua Paguyuban Pedagang dan Pengusaha Pasar Baru, Sunardi mendukung rencana Pemkab Magetan...

Bersama Rakyat Peringati HUT ke-25 Demokrat dan HUT ke-81 RI, Demokrat Magetan Gelar ‘Lomba Rakyat’

Lembeyan – Rangkaian acara untuk memeriahkan HUT ke-25 Partai Demokrat di Magetan terus berlanjut....

Pengurus Baru IDI Magetan Dikukuhkan, Deny Sulistyorini Tekankan Soliditas dan Mutu Layanan

Magetan – Tongkat estafet kepemimpinan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Magetan resmi berganti. Dr....

Artikel Terkait