Breaking news:

Cara Norman Membangun Tinju Magetan

Magetan – Ini sore terakhir Farhan Ananta Talli berlatih di Sasana Redam Boxing Camp, sebelum bertanding di Surabaya Boxing Open Competition 2024, 1-3 Maret...

KPU Magetan: Rekapitulasi Selesai, Diterima dan Tidak Ada Catatan

Magetan - Banyaknya keluhan serta kekecewaan para saksi partai politik terkait regulasi rekapitulasi ditanggapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Magetan. Ketua KPU Magetan, Fahrudin menjelaskan,...

Rekapitulasi KPU Magetan Selesai, Saksi Menerima, tapi Banyak yang...

Magetan - Tahapan rekapitulasi manual Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan, dinyatakan selesai Rabu malam (28/2/2024). Untuk hasilnya, para saksi partai politik kabupaten menerima...

Dinas PUPR Magetan Bangun IPLT untuk Dukung Program Kesehatan Lingkungan

Panekan – Peningkatan kesehatan lingkungan tak luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan, proyek instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) telah berjalan. Dibangun pada area seluas dua hektare, IPLT yang terletak di Desa Milangasri, Kecamatan Panekan nantinya mampu melayani 100 ribu kepala keluarga (KK) dari 18 kecamatan di Magetan.

“Untuk lokasi jauh dari permukiman warga. Tepatnya di dekat tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Milangasri. Untuk saat ini pengerjaan baru 10 persen,” jelas Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Magetan, Rokhmat Zainuddin, Jumat (7/7/2023).

IPLT tersebut, lanjut Rokhmat, nantinya akan menampung tinja dari toilet masyarakat dan diolah melalui beberapa tahapan. Hasil dari proses tersebut nantinya akan dipisah antara air dan limbah. Di tingkat akhir pengolahan nantinya akan dijadikan pupuk.

“Dengan adanya IPLT ini, diharapkan taraf kesehatan di Magetan makin meningkat. Karena hasil sedot  tinja yang dilakukan tidak dibuang sembarang. Dengan begitu, kualitas air tanah dan lingkungan menjadi baik lantaran tidak tercemar,” tuturnya.

Rohkmat menambahkan, disamping peningkatan kesehatan lingkungan, IPLT ini menjadi tolak ukur stunting. Bahwa sebuah daerah yang bebas stunting, salah satu  standarnya adalah punya IPLT.

“Ini juga merupakan program generasi emas tahun 2045, salah satunya program pengentasan stunting. Dimana daerah memiliki IPLT menjadi salah satu poinnya,” tambahnya.

Proyek dengan nilai Rp. 7.932.680.000 tersebut dilakukan selama 180 hari kalender. Dengan pelaksana CV. Kaliandra Mas dan diawasi okeh konsuktan CV. Kautsar Susilo Abadi. Pengerjaan tersebut dimulai pada tanggal 31 Mei 2023 lalu.

“Untuk pengerjaannya sekitar 6 bulan, menggunakan dana APBN, DAK,” pungkas Rohkmat. (rud/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Berita Terkait