Selasa, 25 Juni 2024

Dulu RSUD Sayidiman Magetan Hujan Kritik, Kini Inovasi Layanannya Banjir Senyuman

Magetan – Sudah lama, Nenek Itjeu, warga Selosari Magetan, tak kontrol ke rumah sakit. Sejak Covid-19 menghantam nusantara termasuk Magetan.

Setelah Covid-19 mereda, pasien dengan Parkinson itu kontrol kembali ke RSUD dr. Sayidiman. Penyakit yang didera mengganggu syarat. Sehingga mudah ‘nggeliyeng’.

Saat kontrol di unit rawat jalan, seorang Satyan (Satuan Layanan) perempuan membantu proses pendaftaran. Semua dilakukan oleh petugas Satyan. Nenek Itjeu hanya menyerahkan KTP.

Tak hanya itu, petugas Satyan juga sigap menyiapkan kursi roda.

“Bagus sekali layanan rumah sakit Magetan sekarang, sangat membantu pasien,” kata Nenek Itjeu.

Layanan Rumah Sakit dr. Sayidiman sudah jauh berbeda. Dulu, rumah sakit menjadi sasaran komplain. Layanan buruk dan tidak ramah. Sampai banyak sekali pepatah, sakit masuk rumah sakit Sayidiman, bisa stroke.

“Pelayanan menjadi komitmen kami. Semua kritik, masukan baik yang kami dapatkan secara langsung, atau dari google review, atau dari layanan pengaduan publik di Kominfo, akan segera kami tangani. Saya perintahkan staf saya kalau ada pengaduan public, potong Kompas langsung laporkan saya,” kata Direktur RSUD dr Sayidiman, Rochmad Santoso, Selasa (27/6/2023).

direktur rsud sayidiman

Rochmad menyampaikan pentingnya pelayanan ini pada semua kesempatan bertemu dengan karyaawan rumah sakit.

“Saya sering keliling. Pak Bupati berpesan agar kami di manajemen ini juga menjadi wakil masyarakat. Kalau ada keluhan, harus direspon dan diperbaiki. Saya selalu lihat pelayanan di IGD dan rawat jalan, 70 persen kalau pelayanan di keduanya itu baik, maka semua pelayanan akan jadi baik,” jelasnya.

Penempatan Satyan di rawat jalan dan IGD merupakan bagian dari peningkatan layanan rumah sakit. Dengan adanya Satyan, maka perawat bisa fokus, dan dokter bisa melakukan penanganan dengan cepat.

“Pak Bupati juga berpesan agar rumah sakit menggunakan teknologi. Karena itu, kami akan memasang rekam medis elektronik sehingga layanan obat, poli, dan yang lain bisa terintegrasi dengan dokter, sehingga dokter bisa cepat membuat resep,” ungkapnya.

Pasien kini, juga tak perlu menunggu obat di ruang farmasi karena ada layanan antar, sehingga waktu bisa digunakan untuk keperluan lain.

“Ada kata-kata Pak Bupati yang kami ingat terus, yakni masyarakat Magetan ini ciloko masuk rumah sakit karena masuk rumah sakit Magetan harus dirujuk ke tempat lain. Misalnya, sakit jantung dirujuk ke Madiun, Solo, atau Surabaya. Karena itu, kami bertekad untuk terus mengembangkan layanan unggulan,” kata Pak Dokter. (far/mk)

Berita Terkait

Hot this week

Pilkada Magetan, PAN Pastikan Jalan dengan Demokrat

Magetan – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Magetan memastikan...

Maju Pilkada Magetan, Nur Sodiq Sudah Daftar Cabup di Partai Gerindra

Magetan - Mohamad Nur Sodiq muncul sebagai wajah baru...

Direktur TWC Dikabarkan Maju Pilkada Magetan, Berikut Penjelasannya

Magetan – Setelah ada stagnasi perpolitikan pascapendaftaran cabup/cawabup, muncul...

Buka Komunikasi Politik, Kandidat Calon Bupati Magetan Nur Sodiq Temui Dua Ketua Partai

Magetan – Pelan-pelan, salah satu kandidat calon bupati Magetan...

Hari Raya Idul Adha, Nur Sodiq Pulkam, Kunjungi Pondok dan Berkurban

Magetan – Momentum Idul Adha 1445 H menjadi waktu...

Berita Terbaru

Jeneng, Jenang, dan Jaringan

DUA bulan lagi, pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil...

Pakai Anggaran Pusat, DPUPR Magetan Perbaiki Jalan Maospati-Bendo Mulai Juli

Magetan – Dinas PUPR Magetan akan memperbaiki jalan sepanjang...

Tepis Nyalon, Ketua AKD Magetan: AKD akan Ambil Peran untuk Sukseskan Pilkada 2024

Magetan – Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Magetan bertekad...

Popular Categories