Minggu, 14 Juli 2024

Galungan Wonomulyo, Potret Kerukunan Beragama di Nepal van Java

Magetan – Warga Dusun Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Magetan taat menjaga tradisi. Setiap tujuh bulan, atau bertepatan dengan Wuku Galaungan Seloso Wage, mereka menggelar prosesi adat yang disebut, Galungan Wonomulyo.

Kali ini, prosesi digelar malam hari, Senin (6/6/2022). Tumpeng jagung, sate tempe bakar, botok ares, pelas, setangkep pisang, dan gula kelapa dibawa ke Makam Ki Wonokoso.

“Ini berbeda dengan Galungan di tempat lain. Galungan Wonomulyo merupakan doa untuk Ki hajar Wonokoso dan pengikutnya yang telah membabat alas, sehingga ada Wonomulyo dan kami semua keturunannya,” kata Ketua Pelaksana, Triwiyono.

Semua warga hadir dan mengikuti prosesi acara. “Harapannya, agar semua warga sehat dan selamat, panjang umur, tidak ada halangan suatu apapun,” kata salah satu warga, Murni.

Hadir di prosesi Galungan Wonomulyo, Bupati Magetan Suprawoto, dan Anggota DPRD Jawa Timur, Diana Sasa.

Diana Sasa mengatakan Galungan Wonomulyo merupakan salah satu gambaran nyata nilai Pancasila yang bisa dicontoh daerah lain.

“Saya juga melihat kehidupan di Wonomulyo ini tidak pernah ada yang tukaran. Ini salah satu pepatuh yang tak boleh dilanggar. Mudah-mudahan dengan acara sepertti menjadi pangeling-eling bagi kita semua,” katanya.

Lebih dari seribu warga Wonomulyo berkeyakinan berbeda. Mayoritas muslim, sedang agama lain dan kepercayaan sekitar 20 persennya. Kerukunan antar umat beragama terjaga baik di dusun yang kerap disebut Nepal van Java itu.

Bupati Suprawoto berharap Wonomulyo dan tradisinya ke depan bisa dikemas menjadi paket wisata dengan Genilangit. (far/mk)

Berita Terkait

Hot this week

Berita Terbaru

Popular Categories