Plaosan - Ada banyak cara ngabuburit dilakukan warga Magetan. Seperti yang dilakukan anak dan remaja di Desa Randugede Kecamatan Plaosan. Mereka bermain meriam long pendem di wilayah lereng Gunung Lawu.

Mereka bersemangat menunggu waktu beduk adzan Maghrib dan melawan virus Covid-19. "Ini bentuk semangat kami melawan Corona. Sambil menunggu adzan pertanda waktu buka puasa Ramadan," kata Bayu Saputra, salah seorang remaja Randugede, Minggu (18/5/2020).

Long pendem made in remaja Randugede ini terbilang sederhana. Cara membuatnya hanya dengan mengeduk tanah seperti menggali parit. Kemudian, karbit ditaruh di wadah dan diberi air. Kemudian ditutupi dedauan, ranting dan tanah.

Beberapa saat kemudian, long pendem disulut api yang disulut dengan ranting. Bunyinya blaaaaaaaaaaaaarrr..!!! Dan sorak-sorai para remaja terlihat gembira karena long pendem berhasil dinyalakan.

Agak bahaya memang. Tapi itulah keceriaan masa remaja di Randugede yang eranya takkan tergantikan oleh serbuan gawai. Mereka asyik menyulut meriam long pendem yang terbuat dari tanah untuk menunggu waktu buka puasa Ramadan sekaligus ekspresi mereka melawan Covid-19. (ar/mk)

VIDEO KLIK DI SINI