Magetan - Ini seperti kisah legenda Malin Kundang. Di Kecamatan Panekan, Magetan, ada seorang anak yang tega menganiaya ibu kandung. Saat ini, si "anak durhaka" itu diamankan Polsek Panekan lantaran kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Anak yang tega menganiaya ibu yang melahirkannya itu adalah Ari Wibowo, 32 tahun, warga Desa Terung RT 04 RW 01 Kec. Panekan. Sedang si ibu bernama Tasminah, 58 tahun.

"Pelaku sudah diamankan dan ditahan di Mapolsek Panekan untuk menjalani pemeriksaan,"  jelas Kapolsek Panekan AKP Suwardi pada media.

Cerita malin kundang di Panekan tersebut terjadi pada Senin (8/2/2021) di kediaman Tasminah di Terung. Saat itu, Ari Wibowo menyuruh ibunya membeli nasi goreng. Kemudian si ibu pulang rumah dan nasi goreng diberikan pada sang anak.

Kemudian, si Ari Wibowo menyuruh ibunya menyalakan obat nyamuk. Namun Tasminah tidak menyalakan. Nah, saat itulah, si anak ngomel, memaki-maki dengan kata-kasar.

Ari Wibowo lantas memukul ibunya menggunakan alas kursi yang terbuat dari rotan sebanyak lima kali. Dia juga mukul ibunya dengan jam dinding, gantungan baju serta kemoceng.

"Ibu ini mengalami luka lebam di bagian wajah dan luka bengkak di kepala bagian atas serta lengan kanannya sakit," terang kapolsek.

Si anak disangkakan pasal 44 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No. 23 th 2004 tentang penghapusan KDRT. Pelaku diancam hukuman penjara paling lama 10 tahun.

Dari informasi yang digali polisi, si anak Ari Wibowo tidak memiliki riwayat gangguan jiwa atau kelainan. Hanya saja, pelaku berempramen tinggi, terutama kepada sang ibu. Sebab, bukan hanya sekali saja tetapi sudah berulangkali. Baru kali ini ibunya merasa tidak tahan dan melapor ke polisi. (ant/mk)