Magetan - Kisah yang mirip legenda Malin Kundang di Desa Terung, Kec. Panekan, Magetan, berujung penyesalan tiada tara.

Adalah Ari Wibowo, anak yang tega melakukan tindakan kekerasan terhadap ibunya sendiri, Tasminah, 58, warga RT 4/RW 1 Desa Terung, itu mengaku khilaf.

Pria 32 tahun yang tinggal serumah dengan ibu yang melahirkannya tersebut, juga menyesal. "Saya khilaf. Saya menyesal. Saat itu, saya emosi. Kemudian, spontan memukul ibu dengan bantalan kursi, jam dinding, gantungan baju dan kemucing (sulak, red)," aku Ari Wibowo pada media.

Tindak kekerasan dalam rumah tannga (KDRT) yang melibatkan anak kepada ibu kandungnya tersebut, kini pemeriksaan serta penanganan diambil oleh Satreskrim Polres Magetan. Itu setelah sebelumnya Ari Wibowo diamankan di Polsek Panekan, Kamis (11/02/2021).

Ari Wibowo mengaku, diperkenankan ingin sungkem dan miminta maaf kepada sang ibu, Tasminah. Ia berharap laporan ibunya dicabut dan segera bisa bertemu ibunya, di rumahnya di Terung.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa KDRT itu diawali dari pelaku Ari Wibowo yang menyuruh ibunya,Tasminah, beli nasi goreng. Lantas si anak tersebut kembali menyuruh ibunya menyalakan obat nyamuk tapi korban lupa tidak menyalakan.

Sang anak emosi dan memaki-maki dengan kata kasar ibunya. Ia memukul Tasminah menggunakan alas kursi dari rotan. Juga menganiaya menggunakan gagang kemucing. Tak cuma itu Ari Wibowo memukul ibunya dengan gantungan baju dan jam dinding.

Akibat tindak KDRT tersebut, Tasminah mengalami luka lebam di wajah serta luka bengkak di kepala juga lengan kanan sakit. (ant/mk)