Magetan - Kasus dugaan kekerasan fisik dan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di Magetan. Korbannya, dua kakak beradik asal salah satu desa di Kecamatan Parang.

Orang tua dari dua anak bersaudara itu, mengadu ke Unit PPA Satreskrim Polres didampingi LBH Ansor Magetan. Mereka melapor polisi pada Jumat (7/1/2021).

"Kami berharap agar Polres Magetan mengusut tuntas kasus ini. Karena, kedua anak ini mengalami trauma," kata Sumadi dari LBH Ansor pada media.

Ceritanya, terang Sumadi, kedua korban dengan inisial F (14) serta G (16) itu, mengadu pada orang tuanya perihal dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Peristiwa kekerasan itu, berawal dari korban F yang dipaksa mengaku mencuri miras di warung milik pelaku. Lantaran tak mau mengakui apa yang dituduhkan tersebut, korban F diancam serta dianiaya. Anak 14 tahun itu juga diminta untuk memenuhi hasrat seksual si pelaku.

Menurut orang tua korban, pada media, pelaku juga menjemput kakak korban F di tempat main billiar. Sang kakak juga dipaksa mengakui tindakan pencurian yang sejatinya tidak dilakukan.

Akhirnya, si orang tua ini bercerita pada kerabatnya. Dan meminta bantuan hukum pada LBH Ansor. Kemudian melapor pada polisi di Mapolres Magetan.

Polisi Tangkap Lima Penganiaya Kakak Adik

Tim Satreskrim Polres Magetan bergerak cepat menangani laporan dugaan penganiayaan terhadap kakak beradik asal salah satu desa di Kec Parang. Kini polisi telah mengamankan lima tersangka.

"Ada lima tersangka yang kami amankan. Mereka ini ditangkap di beberapa tempat yang berbeda. Kelima tersangka tersebut diduga terlibat dalam dugaan penganiayaan anak bawah umur yang sebelumnya melapor bersama orang tuanya ke unit PPA,” terang Kasubag Humas Polres AKP Budi Kuncahyo pada media.

Bila dalam pemeriksaan benar, kata Kasubag Humas Polres, kelima tersangka tersebut terbukti melakukan penganiayaan, maka akan dijerat pasal 80 ayat 1 UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 170 KUHP. (ant/mk)