“Tidak perlu jadi orang Jawa untuk tinggal di Jogja. Tetaplah jadi orang Papua, Batak, Bali, Aceh, dan sebagainya."

"Srawung dan tulung tinulung yang harus selalu dijaga.”

Itulah pesan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menjadi penutup sebuah video.  Video viral yang berdurasi  1.15 menit dan beredar di banyak grup whatsapp. Redaksi magetankita.com mendapat video dari salah satu grup, Rabu Siang, (21/8).

Video itu bercerita tentang anak muda Papua yang dibantu pemuda Jawa saat motornya mogok karena kehabisan bensin.

“Menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat dan tentunya senantiasa saling membantu adalah kunci nyaman tinggal di Jogja. Itulah keistimewaan Jogja,” tulis akun Facebook @humaspemdadiy saat memuat video tersebut.  

 

Video sepeda motor anak papua yang mogok itu merupakan satu dari beberapa video kampanye istimewanya Jogja. Video-video ini dibuat Paniradya Kaistimewan, lembaga yang mengurusi keistimewaan DIY.

Selain video, Paniradya Kaistimewan membuat program Jogja Menyapa di UGM dengan tujuan mengenal Yogayakarta dan budayanya pada mahasiwa baru.

Berikut ini videonya:

 


 
 

#BersatuLawanCorona

MagetanKita Podcast

MagetanKita TV