Magetan - Diam-diam, potensi olahraga gulat di Magetan boleh dibilang luar biasa. Buktinya, cabang beladiri ini telah mencetak pegulat level Asia Tenggara.

Adalah Lulut Gilang Saputra, cah Desa Temenggungan, Kecamatan Karas, yang merebut juara 1 Kejuaraan Gulat Asia Tenggara di Pilipina tahun 2018.

Saat ini, Lulut, sapaannya, tengah mengikuti Puslatda PON Jawa Timur di Malang.  Ia berlatih serius menghadapi PON Papua 2021. "Mohon doa restu dari masyarakat Magetan agar bisa mempersembahkan medali emas di PON Papua," ujar Lulut seperti dikutip Humas Koni Magetan.

Selain juara di Pilipina, prestasi Lulut juga moncer di tingkat nasional. Alumni SMPN 1 Karangrejo dan SMAN Olahraga Sidoarjo itu, juga menjadi juara 1 pada Pekan Olahraga Nasional Mahasiswa (Pomnas) 2019 di Jakarta. Yang terakhir, juara 1 Kejurnas Gulat Pra-Kualifikasi PON 2019 di Jakarta.

Pegulat spesialis kelas 87 Kg Gaya Grego Romawi itu, saat ini, tengah menempuh beasiswa S-2 di Universitas Negeri Malang, tempatnya menyelesaikan pendidikan S-1.

"Selalu ingatlah target yang ingin dicapai agar kita semangat dalam latihan. Semoga nama kita bisa menjadi salah satu yang bisa membanggakan Magetan melalui prestasi di bidang olahraga," pesan Lulut kepada atlet junior di Magetan yang saat sedang meniti prestasi.

Lulut, putra sulung Lagianto, pelatih gulat Magetan tersebut bercita-cita menjadi dosen dan menularkan ilmu gulat kepada generasi muda Magetan, Jawa Timur atau Indonesia pada umumnya.

Pengalaman berharga lain yang pernah dijalani Lulut adalah membela kontingen Merah Putih di ajang Asian Games tahun 2018. "Namun belum bisa memberikan hasil maksimal,'' terang dia.

Jika jauh dari Magetan, Lulut sering kangen keluarga. "Sama suasana di rumah yang nggak pernah bisa dirasakan di tempat lain. Juga teman-teman yang selalu mensupport saya," paparnya. (ar/mk)