Magetan - Ini dia temuan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Magetan. Salah satunya pembelian mobil polymerase chain reaction (PCR) senilai Rp 3,8 miliar, yang dinilai kemahalan. 

Pada Sabtu (24/10/2020), mobil PCR itu dilaunching Bupati Magetan Suprawoto di Pendopo Surya Graha. Kendaraan tersebut disediakan oleh PT Karya Putra Andalan.

Menurut temuan audit BPK RI, terdapat kemahalan Rp 86 juta. Selanjutnya, penyedia barang (PT Karya Putra Andalan) diminta untuk mengembalikan kelebihan harga di atas. 

Bupati Suprawoto pada media mengatakan, pihak penyedia barang, PT Karya Putra Andalan, yang belum bisa memberikan spesifikasi harga. Terlebih lagi pengadaan dilakukan di awal pandemi Covid-19. Sehingga, vendor belum dapat mengirimkan batas kewajaran harga. 

"Yang jelas, itu bukan kesalahan kita (Pemkab Magetan) justru pihak vendor-lah yang belum bisa memberikan spesifikasi harga. Selain itu, kita yang pertama dapat mobil PCR. Karena mobil PCR tersebut termasuk barang baru," ujar bupati. 

Dalam hal pengadaan mobil PCR itu, kata Suprawoto, juga sudah didampingi Kejaksaan Negeri Magetan dan BPK Jawa Timut. Saat itu, BPK meminta pada penyedia bila pengadaan di belakang hari terdapat sesuatu hal maka penyedia harus bertanggyng jawab secara hukum dan itu dibuktikan melalui surat pernyataan resmi. 

''Setelah dilakukan pemeriksaan ada kelebihan harga kurang lebih Rp 86 juta. Maka, vendor yang nanti mengembalikan kelebihan harga kepada negara," terang Suprawoto pada media. (ant/mk)