Magetan - Pemerintah Kabupaten Magetan menyatakan informasi “Jatim Meledak” yang beredar di grup aplikasi perpesanan WhatsApp adalah berita bohong alias Hoax.

Kadis Kominfo Magetan, Cahaya Wijaya mengatakan data di WA tersebut sangat meragukan. Datanya tidak sesuai dengan data yang dimiliki pemkab.

Dalam info yang beredar di WA itu disebutkan ada penambahan 300 kasus Covid-19 di Magetan, faktanya, per tanggal 13 Mei hanya ada 8 penambahan konfirmasi positif di Magetan.

“Secara logis belajar dari peristiwa pasca liburan sebelumnya, angka naik terlihat setelah 6 hari pasca liburan. Sama seperti libur 17 Agustus tahun lalu dan akhir tahun Natal kemarin. Jadi tidak mungkin tiba-tiba naik, apalagi belum ada laporan dari bawah berjenjang ke dinas Kesehatan,” jelasnya, Jumat (14/5/2021).

Cahaya mengimbau warga untuk bijak menerima dan jangan meneruskan berita tidak jelas sumbernya serta tidak bisa dipertangungjawabkan. “Sumber dari mana perlu dipelajari dan dipastikan dulu, agar tidak menimbulkan keresahan,” katanya.

Menurut Cahaya, pemkab berusaha ketat menjaga agar tidak ada aktivitas mudik, menghindari kerumunan dan interaksi massa.

“Kami belajar dari peristiwa naiknya kasus Covid-19 dan meninggal pasca liburan akhir tahun,” katanya.

Beberapa hari ini beredar informasi di WhatsApp dan menyebar ke grup-grup mengenai perkembangan kasus Covid-19 dengan judul, Jatim Meledak. Dalam WA itu, disebutkan update data minggu ini, Kota Madiun peringkat pertama. Berikutnya tertulis penambahan kasus Covid-19 di 26 kota di Jatim. Madiun disebutkan, penambahan 11.000 kasus, Magetan 300 kasus. Di bagian akhir ditulis, Madiun Tertinggi disusul Kediri dan Magetan. (far/mk)