Magetan - Ini masih tentang Sarangan. Kawasan wisata ikon Magetan itu, kembali viral gegara jadi perbincangan warganet soal dugaan pungli tiket masuk.

Bupati Suprawoto mengatakan bahwa Sarangan tersebut adalah kawasan unik. Berbeda dengan lokasi wisata yang lain. "Karena itu, akan kami kaji. Terutama mengkaji pintu masuk atau loketnya," kata bupati pada media. 

Ditemui usai peletakan batu pertama gedung literasi Magetan, Suprawoto mengaku sudah meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Joko Trihono agar dilakukan kajian menyeluruh terkait kawasan Sarangan. 

Menurut dia, yang susah di Sarangan itu, misalnya, seorang warga dipersilakan tidak membayar tiket karena hanya akan lewat untuk menuju daerah lain. 

Tetapi, yang lain ikut-ikutan dengan alibi yang sama pula. "Susahnya, saat ditanya petugas tiket, hanya lewat. Tapi, ada juga mampir dan belok ke Sarangan. Kan susah," ujar bupati. 

Orang pertama di Pemkab Magetan ini juga berjanji untuk menyelidiki dugaan pungli tiket sebagaimana unggahan sebuah akun di media sosial. "Kepada pengunjung, kami minta untuk cek. Kembalian dan tiketnya sesuai atau tidak," terang dia. 

Kemudian, soal wacana e-ticketing, bupati mengaku sudah berbicara dengan Bank Jatim untuk kerjasamanya. "Ke depan harus seperti itu (e-ticketing). Ke depannya, engunjung akan diberikan kemudahan karena bisa membeli tiket secara non tunai."

Kawasan Wisata Telaga Sarangan kembali jadi pembicaraan warganet. Setelah menjadi rasanan soal adu jotos pengunjung dan rumah makan, kali soal dugaan pungli tiket masuk. (ant/MK)