Magetan - Anomali musim yang terjadi pada bulan Juni 2021 ini, membuat hektaran tanaman tembakau milik petani di Desa Getasanyar, Kec. Sidorejo, Magetan, terancam rusak. 

Curah hujan dengan intensitas tinggi membuat kualitas daun tembakau menurun. Akibatnya, menjelang panen raya ini, petani waswas lantaran terancam merugi. 

Menurut Kasdi, petani tembakau dari Getasanyar, curah hujan tinggi dalam beberapa minggu ini membuat tanaman tembakaunya terancam layu serta mati. Tidak cuma itu, daun pun jadi tipis lantaran bulu daun yang berfungsi sebagai perekat terbawa air hujan. 

"Karena tipis, maka otomatis daun kurang bagus dan harga jualnya pun murah," kata Kasdi pada media Selasa, (29/6/2021). 

Saat ini, harga tembakau pada kisaran antara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per-Kg. Harga tersebur tidak sebanding dengan biaya garap dan biaya perawatan. "Kami bisa untung bila harga tembakau di atas Rp 6.000 hingga Rp 7.000," ungkap Kasdi.

Petani tembakau di Magetan mengaku saat ini hanya bisa pasrah. Selama ini, Magetan tercatat sebagai sentra tembakau di wilayah Jatim. Tembakau varietas andong riwis asal Magetan tersebut dikirim ke sentra tembakau Temanggung serta Parakan. (ant/mk)