Magetan – KKN mahasiswa UNS Angkatan 2018 di Desa Ringingung berlanjut. Kali ini, para mahasiswa asal Magetan dari berbagai jurusan itu mengunjungi Bank Sampah Sapu Jagad.

Kunjungan ini mengetahui lebih detil mengenai Bank Sampah Sapu Jagad yang menjadi salah satu aksi peduli lingkungan yang bisa menumbuhkan ekonomi warga.

Mahasiswa UNS juga diajarkan cara mengolah sampah bekas botol air mineral menjadi kursi dengan tambahan bahan lain, seperti kardus dan sisa kain jahitan.

Bank Sampah Sapu Jagad merupakan salah satu unit usaha unggulan Desa Ringinagung. Kegiatan bank sampah ini mengumpulkan sampah dari rumah warga desa ringinagung. Sampah lalu diolah menjadi kerajinan yang bernilai.

Misalnya, sampah 1 kg botol air mineral ukuran tanggung seharga Rp1.000-2.000, setelah diolah menjadi kerajinan kursi bisa dijual Rp150.000.

Warga yang menyetor sampah juga untung. Mereka mendapatkan uang berupa tabungan yang nantinya bisa ditukarkan sembako atau untuk piknik bersama.

“Ini kegiatan sosial yang peduli lingkungan. Sekaligus membantu memberdayakan warga Ringinagung,” kata Direktur Bank Sampah Sapu Jagad, Juli Kuswanto, Jumat (20/8/2021).

Bank Sampah Sapu Jagad ini memiliki jargon, Tetap Semangat Tebar Manfaat. Artinya, menjaga kebersihan lingkungan untuk keberlanjutkan hidup manusia yang akan datang.

Bank Sampah Sapu Jagad yang ada di Ringinagung ini menjadi contoh untuk desa lain yang ada di Magetan, hingga Ngawi, Solo, Sukoharjo, dan Bekasi. (far/mk)