Magetan – Ladimin tampak bersemangat. Ia ingin segera mencoba kaki barunya. “Silakan sudah selesai. Berdiri, dan coba jalan pelan-pelan,” kata Syawaludin, pembuat kaki palsu dari Jakarta.

Ladimin lupa pesan untuk mencoba jalan pelan. Dia melangkah dengan cepat, dan jarak langkahnya panjang. Semua mengingatkan Ladimin untuk mengurangi kecepatan jalannya. Tapi, Ladimin sudah merasa nyaman. Kaki barunya telah siap membawa berjalan ke mana saja.

Warga Desa Karas, Kecamatan Karas ini mengaku telah lama memimpikan punya kaki palsu.

“Sudah lama sekali saya ingin punya ini. Saya beristirahat karena sakit selama setahun, setelah itu saya beraktivitas seperti biasa. Bekerja serabutan. Sampai mendirikan terop,” ceritanya.

Ladimin kehilangan sebelah kakinya karena kecelakaan. Kakinya terlindas truk. Tiga tahun lalu.

“Cuma ini yang saya inginkan, kaki palsu. Saya sudah hidup sendiri sekarang, kedua orang tua saya sudah meninggal,” katanya.

Sejak dipasang, Ladimin tak melepas kaki barunya. Ia terus berjalan di halaman rumah Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana AV Sasa di Mangkujayan, Magetan. Rabu (17/11/2021) siang itu, Diana Sasa memberikan donasi kaki palsu kepada lima tuna daksa.

“Semoga ini bisa membantu bapak-bapak untuk beraktivitas lebih baik,” katanya kepada lima warga penerima bantuan kaki palsu.

Kelima warga yang diberikan kaki palsu ini, antara lain: Arifin (33), warga Desa Bogorejo, Barat, yang kehilangan satu kakinya karena kecelakaan kerja. Diran Pangestu (41), Sobontoro, Karas. Sutiran (70), Grabahan, Karangrejo. Sikamto (64), Klagen Gambiran, Maospati. Dan, Ladimin.

“Kaki palsu ini terbuat dari bahan PVDE, sehingga ringan dan nyaman dipakai. Busa pelindung kaki di bagian dalam juga berbahan lembut sehingga tidak akan menimbulkan sakit atau bahkan gatal,” kata Syawaludin dari Yayasan Tuna Daksa.

Selain kaki palsu, Mbah Sutiran juga mendapat penyanggah kaki (kruk) baru. Diana Sasa memberikan sepasang kruk baru karena milik Mbah Sutiran dipinjam temannya, sehingga dia datang dengan kruk bekas yang tak seragam.

Ladimin, Mbah Sutiran, Sikamto, Diran, dan Arifin menyampaikan terima kasih tak terkira karena telah memiliki kaki baru. (far/mk)