Magetan - Unesco menetapkan tanggal 25 November 2005 sebagai Hari Keris Dunia. Dari momentum itu, di Magetan, digelar Pameran Tosan Aji di gedung Tripandita, timur Pendapa Surya Graha.

Pameran bertema Budaya di Era Globalisasi ini digelar Paguyuban Sejarah, Kebudayaan, Ekonomi dan Kreatif (Pekatik). Pameran digelar selama empat hari mulai Kamis - Minggu (25-28/11/2021).

"Pameran ini salah satunya sebagai bentuk tanggung jawab kami untuk memperkenalkan keris sebagai warisan budaya yang agung pada generasi muda. Apalagi Unesco telah mengukuhkan Hari Keris Dunia," kata ketua panitia pameran Tosan Aji, Hardjuno, Kamis (25/11/2021).

Pameran yang juga memperingati Hari Jadi ke-346 Magetan ini menarik minat pelajar di Magetan. Seperti civitas SMP Negeri 1 Ngariboyo dan SMP Negeri 3 Parang. Serta SMP dan SMA sederajat lainnya.

Para pelajar kelas 9 SMPN 1 Ngariboyo itu, berbondong-bondong untuk melihat dari dekat keris-keris dari berbagai masa zaman keemasan kerajaan di Nusantara.

"Anak-anak kami ajak ke sini agar mengenali sejarah Nusantara. Karena keris adalah warisan budaya yang agung," kata Priyono, guru pendamping dari SMP Negeri 1 Ngariboyo.

Salah satu isian pameran yang menarik adalah pembuatan keris oleh Empu Mng Daliman Puspobudoyo dari Surakarta. Ini gelar Jumat (26/11/2021).

Pameran Tosan Aji itu dibuka oleh Bupati Suprawoto yang hadir bersama Forkopimda dan OPD terkait. Pameran diikuti 170 Tosan Aji dari berbagai daerah, di antaranya Magetan, Madiun, Kediri, Ngawi, Surakarta, Jogja, Malang, Mojokerto, Ponorogo dan Pekalongan.

Bupati berharap agar kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan di waktu mendatang. Tosan Aji sebagai salah satu warisan budaya yang diakui oleh dunia harus dipelihara dengan baik.

"Marilah kita transformasikan warisan budaya ini kepada anak-anak kita, utamanya anak-anak di era milenial agar mereka nantinya tidak tercabut dengan budaya asing", pesannya. (ant/mk)