Magetan - Musim tanam kuartal III tahun 2020, petani di Magetan dipusingkan dengan kelangkaan pupuk subsidi. Kenyataan ini berseberangan dengan program ketahanan pangan dari pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Ratusan hektare tanaman palawija dan padi milik petani di Magetan terancam tidak bisa tumbuh serta hasil panen tak maksimal.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP), Edy Suseno membenarkan kondisi kelangkaan pupuk subsidi di Magetan. "Alokasi pupuk dari pemerintah memang lebih sedikit dari tahun lalu. Jika tahun lalu saja merasa kurang, sekarang lebih parah lagi," ujar Edy.

Dia menjelaskan, kelangkaan pupuk subsidi ini terjadi di hampir setiap wilayah di Jawa Timur. "Masalahnya, sebagian kecil petani masih menuntut jatah pupuk subsidi sesuai keinginan. Nah, ketika jatahnya tidak cukup dikatakan pupuk langka," terang dia.

Dari pengecekan di lapangan dan pendataan di kios serta kelompok tani, sebagian besar pupuk subsidi sudah disalurkan sesuai jatah. Petani juga menerima kondisi tersebut. (ar/mk)