Rohman Nur Majid tak pernah mengira akan menjadi lulusan dengan predikat cumlaude (memuaskan) pada pendidikan Akademi Militer (akmil). Dia adalah satu dari 66 lulusan akmil yang meraih cumlaude tahun ini.

Bermimpi saja belum, barangkali. Namanya juga anak kampung. “Saya ini dari kampung. Saya gak nyangka bisa meraih prestasi itu. Bangganya luar biasa,” kata Letda Rohman Nur Majid, dalam wawancaranya dengan magetankita.com.

Resep keberhasilannya, pada cara mengatur waktu, antara belajar dan santai. Diatur dengan baik dan bijak karena pendidikan di akmil sangat berat dan padat. “Tambahannya, harus selalu percaya ketika kita sudah berusaha keras dan berdoa, maka tidak ada yang mustahil. Apapun itu.”

Menempuh pendidikan di akmil melewati jalan berliku. Rohman bercerita pernah mengalami fase yang berat dalam meraih apa yang dicapai sekarang. Saat menjadi junior di akmil, Rohman mengalami jatuh bangun. Motivasi belajarnya harus terus dipompa untuk mengejar kegiatan yang padat, tuntutan senior, jam belajar yang terbatas.

“Tak ada ujian yang tidak mampu dilewati. Kalau berat, itu karena Allah menginginkan kita maju dan lebih berkualitas. Orang tua saya selalu mendoktrin dengan mengedepankan agama dan doa agar bisa melalui ujian,” jelasnya.

Film Perang

Rohman kecil memang bercita-cita menjadi tentara. Mainnya tembak-tembakan di kampungnya, Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Magetan. Keinginan untuk menjadi tentara itu makin kuat karena film-film perang yang ditontonnya seperti Black Hawk Down, Fury.

“Seru kalau melihat film perang. Kita seperti penuh motivasi kalau berperang. Dan, pemimpin dari yang sederhana tapi jiwa patriotismenya tinggi, itu sangat menginspirasi,” katanya.

Siapa orang yang berjasa? Rohman mengaku keluarga merupakan yang paling berpengaruh dalam hidupnya hingga bisa meraih cita-cita sebagai tentara.  ”Mama, papa, kakak, adik di rumah, saudara dan support system membuat saya terus berada di lingakaran yang positif,” kata Anak dari pasangan suami istri, Moh. Djazuli dan Siti Mariatul Kibtiah.

Mengakhiri percakapan di aplikasi perpesanan media sosial, Rohman berpesan untuk tidak membuang waktu. “Masa muda cuma sekali, maksimalkan. Jangan sampai kecewa di hari tua. Semangat!”

Siap!