Magetan - Anggaran miliaran sudah dikucurkan Pemkab Magetan guna "macaki" Telaga Wahyu. Tujuannya, agar lokasi wisata yang terletak di bawah Telaga Sarangan itu, ramai dikunjungi wisatawan. Hasilnya, alih-alih ramai, Telaga Wahyu tampak sepi pengunjung.

Pada tahun 2016, Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Diparbudpora) mengucurkan anggaran dari APBD senilai Rp 600 juta. Dana tersebut untuk jogging track dan pavingisasi jalan.

Lalu pada APBD tahun 2018 melalui dana alokasi khusus (DAK), Telaga Wahyu dibangun kios-kios juga kamar mandi plus toilet serta Pergola (median tanaman merambat), yang menghabiskan dana Rp 1,3 miliar.

Dari pantauan magetankita.com, wahana seperti perahu bebek tampak terparkir di darat. Bahkan, beberapa sudah mulai rusak dan tidak dioperasionalkan.

Sepertinya, wahana perahu tersebut jarang digunakan lantaran sedikit dan sepinya wisatawan yang mampir di Telaga Wahyu. Padahal, lokasi Telaga Wahyu sangat strategis, yakni di pinggir jalan Plaosan-Sarangan.

Tidak hanya itu, jogging track yang mengelilingi telaga juga belum bisa menyambung. Selain itu, beberapa fasilitas, seperti bangunan untuk oleh-oleh juga dibiarkan kosong. Tidak ada aktivitas sama sekali, hanya beberapa warung warga yang didirikan seadanya.  

Tyas Putri, pengunjung asal Ponorogo mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, meski sebelumnya dirinya dan teman-temannya tidak sengaja mampir untuk istirahat usai perjalanan dari Solo, Jawa Tengah. "Minim spot selfie-nya bila untuk pilihan wisata. Kalau untuk pemancing kayaknya cocok di sini, " kata Tyas.

Selain itu, sampah sampah plastik juga menambah suasana tidak nyaman. "Kesannya semrawut. Jorok," ujar Tyas.

Sedang Soni, pengunjung Telaga Wahyu yang lain juga berpendapat kurang lebih sama. Dia merasa eman saja dengan anggarab miliaran yang dikeluarkan Pemkab Magetan untuk mem-face off Telaga Wahyu.  "Ibarat jualan keluar modal namun tidak kembali, karena tidak laku dijual,"  ujarnya.

Soni menilai inovasi di Telaga Wahyu terkesan biasa-biasa saja. ''Jika perlu pengelolaannya dikerjasamakan dengan pihak swasta," pungkasnya. (ar/mk)