Magetan - Kecelakaan maut antara bus vs truk di jalan tol Ngawi-Madiun, menyisakan cerita. Ini setelah sopir bus sempat melarikan diri. Namun, pengemudi bus bisa diamankan polisi di rumah keluarganya di Boyolali, Jateng.

Kapolres Magetan, AKBP Festo Ari Permana kepada media mengatakan sopir bus, Haryono, 45 tahun, sekaligus tersangka tabrakan maut itu memang sempat melarikan diri usai kejadian. Akan tetapi berbekal handphone, tersangka akhirnya dapat ditangkap dan diamankan di tempat saudaranya di Desa Jatirejo Kec. Sawit, Boyolali.

Lakalantas di tol Ngawi-Magetan kemarin antara bus dengan truk bermuatan baja menewaskan empat orang penumpangnya.

''Pada saat olah TKP petugas menemukan sebuah handphone di dashboard bus, yang kami duga milik sopir. Petugas kami selanjutnya menghubungi salah satu nomer yang diduga adalah istrinya. Dari keterangan istri sopir sekaligus tersangka memiliki keluarga di Boyolali, Satreskrim Polres Magetan kemudian melakukan penangkapan dengan dibantu Reskrim Polres Boyolali di tempat keluarganya tanpa perlawanan," ujar Kapolres.

Saat digelandang ke Mapolres Magetan sopir sekaligus tersangka bus maut tol Ngawi - Magetan tersebut mengaku mengantuk. Sopir bus juga meminta maaf kepada seluruh keluarga korban.

''Saat itu saya ngantuk, sehingga menabrak truk dari belakang. Saya tidak berniat kabur sebenarnya, saya takut karena ada korban yang meninggal," aku sopir bus.

Guna mempertangungjawabkan perbuatannya Polisi menjerat tersangka dengan pasal 310 dan 312 UU Lalulintas dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun. (ar/mk)