Surabaya – Pandemi yang telah berlangsung lebih dariu 9 bulan telah mengajar cara untuk bertahan dan membuka peluang. Khusus untuk membuka peluang usaha, mesti dua kali lebih jeli karena tantangan di tengah pandemi. 

Seperti yang dilakukan pengusaha dari Sidoarjo, Krisnantyo Bagus. Dia membuka kedai minuman di tengah pandemi karena kedai minuman menjadi salah satu bisnis yang tidak terkena dampak pandemi.

Krisnantyo mendirikan kedai minuman dengan nama Mymik yang artinya, My Mimik atau minumku.

“Usaha ini saya buka juga bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan di tengah pandemi. Dan, saya kira usaha minuman tak terpengaruh pandemic,” jelasnya, Kamis (26/11/2020).

Mymik buka pertama di kawasan jalan Dr. Cipto mangunkusumo no. 17 (Kranggan) Sidoarjo, 31 Oktober 2020. Pertengahan November, outlet kedua berdiri di jalan Wisma Tengger XVIII Manukan, Surabaya.

“Outlet ketiga akan saya buka di kawasan Surabaya Timur. Dan, saya juga mulai serius ke waralaba untuk ikut serta dalam pemulihan ekonomi dan membuka usaha UMKM,” katanya.

Mymik buka Kamis hingga Selasa, pukul 13.00 - 21.00 WIB dengan menu andalan Choco Series, Taro, Boba brown series, Yakult series. Harganya mulai Rp8 ribu-Rp15 ribu. (tim/SK)