Magetan - Semakin banyak saja batik ikon Magetan. Bupati Suprawoto me-launching batik Kepuhrejo, Kec. Takeran. Batik Kepuhrejo itu bertema kacang tanah, jeruk pamelo dan pohon kepuh, Rabu (1/7/2020), 

Keberadaannya batik Kepuhrejo ini semakin melengkapi khasanah batik di Magetan. Sebab, sebelumnya di kabupaten timur lereng Gunung Lawu, sudah ada batik dengan motif pring sedapur Sidomukti (Kec. Plaosan), batik ciprat Simbatan (Kec. Nguntoronadi), motif jepan Genilangit (Kec. Poncol) dan batik parang selo Desa Pragrak (Kec. Parang).

"Tema sangat penting dan saya kira kearifan lokal harus diutamakan menjadi sebuah potensi dan kekayaan dari desa yang kalau digali akan menghasilkan nilai ekonomis yang bagus bagi masyarakat maupun BUMDES," ujar orang pertama di Pemkab Magetan itu.

Bupati mengatakan Pemkab Magetan memberikan stimulus dengan menerapkan seragam batik khas Magetan bagi ASN di hari Kamis dan Jumat. Nanti, kata dia, seragam batik bisa merambah ke sekolah dan lembaga lain di Magetan.

"Dulu seragam batik kita itu batik Lestari. Kok ra tau ganti? Nah, sekarang, khusus hari Kamis dan Jumat, kita bebaskan. Yang penting batik khas Magetan. Hasilnya, lihat saja perajin batik di Magetan makin menggeliat," ujar bupati.

Di era sekarang ini, masalah pemasaran bukan lagi hal yang sulit. Dengan duduk di rumah tanpa harus punya toko, UMKM atau siapapun bisa jualan dari media sosial. "Kita tidak harus punya toko, tidak harus di pasar jualannya. Sekarang, karang taruna Kepuhrejo bisa memanfaatkan media sosial untuk jualan," terang dia.

Kepala desa Kepuhrejo, Sujarwo, mengatakan, tema batik kacang tanah, pohon kepuh dan jeruk pamelo diambil karena ketiganya adalah kekayaan desa. "Delapan puluh persen lahan pertanian di desa kami ditanami kacang tanah. Dan kami ingin desa Kepuhrejo menjadi desa yang produktif dan edukatif, salah satunya melalui batik," kata Sujarwo.

Ketua Griya Batik Kepuhrejo, Edivani Devancy Prima Andromeda, mengucapkan terima kasih atas apresiasi Bupati Suprawoto dengan me-launching Batik Kepuhrejo. "Harapan kami, batik Kepuhrejo bisa dikenal di lingkup kecamatan, kemudian dikenal di Magetan dan bisa jadi batik nasional," ujarnya. (ar/mk)