Peristiwa

Ini Saran Gaguk untuk Solusi Problem Telaga Wahyu

Magetan – Mangkraknya Telaga Wahyu justru setelah dibangun, membuat Anggota DPRD Kabupaten Magetan urun rembug.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Magetan, Gaguk Arif Sujatmiko mengatakan pemkab harusnya belajar dari pengalaman Kebun Bunga Refugia di Plaosan.

Menurut dia, tujuan membangun Kebun Bunga Refugia, awalnya untuk menampung limpahan wisatawan dari Sarangan. Ujungnya, mendapat tambahan PAD.

“Nyatanya, dua hal itu hingga sekarang belum tercapai. Seharusnya, pemkab belajar dari pengalaman itu. Di sini ini kan kerap membangun sesuatu tanpa dipikirkan panjang dan menyeluruh,” tegasnya, Senin (31/01/2021).

Gaguk menyarankan pemkab untuk mulai terbuka terhadap kerja sama dengan pihak ketiga.

“Mungkin Telaga Wahyu bisa dijajaki untuk ditawarkan ke investor. Ada banyak model kerja sama pengelolaan wisata antara pemda dengan swasta. Bagaimana pemkab tidak mengeluarkan anggaran, tapi bersama swasta sama-sama diuntungkan. Kita bisa lihat Batu di Malang, Atau dekat kita di Karanganyar,” kata Ketua Partai Nasdem Magetan itu.

Sejumlah fasilitas di Telaga Wahyu yang dibangun 2018 lalu, dibiarkan mangkrak. Toilet, kios cinderamata, plasa kuliner, trotoar, hingga pergola. Pembangunan fasiltas itu sudah menghabiskan biaya senilai Rp1,1 Milyar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kesan tak terurus itu berdampak pada sepinya pengunjung di Telaga Wahyu. (far/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment