Peristiwa

Jangan Mau Dititipi Rokok Ilegal, Nggih!

Magetan – Sejumlah pemilik warung dan toko di wilayah Kecamatan Panekan, Sidorejo dan Kawedanan “welcome” ketika didatangi tim monitoring, razia dan sosialisasi rokok ilegal.

Ini seperti saat tim yang berintikan Kantor Bea Cukai Madiun, Satpol PP & Damkar, Kejaksaan Negeri, Polres dan Disperindag Magetan, mendatangi warung palen milik Sri Wahyuni, warga Desa Terung, Kec. Panekan.

“Kami sebagai masyarakat tentu senang. Kami jadi paham dengan yang namanya rokok ilegal. Ciri-cirinya seperti apa? Kami jadi tahu,” ujar Sri Wahyuni, Rabu (14/09’2022).

Kepala Bidang Penegakkan Perda Satpol PP dan Damkar, Gunendar dan Heru Setiawan, perwakilan dari Unit Pengawasan Penindakan Bea Cukai Madiun, dengan telaten menjelaskan tentang ciri-ciri rokok ilegal.

“Bu, biasanya, sales rokok ilegal itu, nitip rokok ilegal di warung jenengan. Cirinya, rokoknya tanpa pita cukai. Ada juga rokoknya polos. Dan ada juga yang menggunakan pita bekas. Jangan mau nggih bu kalau dititipi,” terang Gunendar.

Saat ini, modus operandi dari peredaran yang diindikasikan dilakukan sales rokok ilegal. Yakni, mengirimkan langsung ke pemilik toko dan warung. Biasanya, warung atau toko yang jadi jujukan sales rokok ilegal itu, yang lokasinya terpencil. “Misal, di pinggiran desa atau dekat persawahan,” ujar Gunendar.

Karena itulah, Satpol PP dan Damkar bersama Bea Cukai Madiun beserta tim, melakukan operasi guna mempersempit ruang gerak peredaran rokok ilegal di wilayah Magetan. “Kami juga melakukan edukasi pada masyarakat saat bertemu pemilik warung atau toko,” ujar dia. (mif/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment