Kembang Mekar

‘Kaki Baru’, Kebahagiaan Kedua Yohanes Putut

Magetan – Yohanes Putut (40), warga Desa Kauman, Karangrejo, mengaku sangat bahagia. Inilah kebahagian kedua baginya, dalam dua tahun terakhir. Putut meluapkan rasa bahagianya dengan bernyanyi di aula Kelurahan Mangkujayan, Magetan, Selasa pagi (18/10/2022). Dia nyanyi lagu Ojo Dibanding-bandingke.

Sebentar lagi, tiba gilirannya mendapatkan ‘kaki baru’.

Putut bercerita kebahagiaan pertamanya, terjadi dua tahun lalu. Saat dia mengkahiri masa lajangnya dengan menikahi Sriyani.

Mereka menikah setelah tiga kali bertemu.

“Mas itu baik orangnya. Saya mencintainya. Kami berdua memiliki kekurangan, dan saling mengisi dan menutupi kekurangan kami,” kata Yani, panggilannya, bercerita tentang alasan menerima ajakan menikah Putut.

Keduanya bertemu pertama kali di Kawasan Wisata Telaga Sarangan. Mirip cerita drama di televisi. Sriyani bolos kerja. Dan, Putut melepas suntuk di Sarangan.

Di dekat telaga, Yani terjatuh karena ada jeglongan. Jatuhnya di dekat Putut yang sedang makan mie ayam. Putut mengambil tongkat, alat bantu jalannya. Dia segera menolong Sriyani. Sriyani hidup dengan polio, satu kakinya lemah untuk berjalan.

“Itulah pertemuan pertama kami,” kata Putut.

Putut adalah tuna daksa. Kakinya hanya satu. Satu lagi hanya sepanjang satu jengkal. Harus diamputasi karena kecelakaan satu dekade silam.

“Waktu itu, saya mau ke teman saya di Bendo. Mau saya temui untuk bisa berlayar lagi ke Jepang. Saya kan waktu itu memang kerja di kapal pesiar Jepang. Namun, takdir berkata lain. Saya kecelakaan. Remuk kaki saya,” kenangnya.

Tak sampai dua jam, Putut menunggu giliran. Dia bersama 50 penyandang disabilitas lain mendapatkan bantuan alat berjalan.

Dari 50 penyandang disabilitas itu, 15 diantaranya anak-anak yang mengalami gangguan pada otot gerak dan koordinasi tubuh atau celebral palsy. Anak-anak ini mendapatkan donasi sepatu AFO. Sisanya, mendapatkan alat bantu brace dan kaki palsu.

Donasi kaki palsu dan alat bantu jalan yang lain ini merupakan bantuan Lembaga Kemanusian LDS yang berbasis di Utah, Amerika. Donasi ini, difasilitasi Anggota DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa.

“Ini hari yang membahagiakan tak hanya untuk saya, tapi juga banyak keluarga di sana. Kaki mungkin bagi kita yang memilikinya, bisa jadi biasa. Tapi, bagi mereka yang tak memiliki, sesuatu yang fake, tiruan, kaki palsu, sangat membantu mereka. Menjadi sesuatu yang berharga dan membangkitkan harapan mereka untuk kembali hidup dan berkarya,” kata Diana Sasa.

Pemerintah Kabupaten Magetan menyampaikan terima kasih kepada pihak yang memberikan bantuan bagi penyandang disabilitas.

“Pemerintah punya keterbatasan. Sehingga, terima kasih kepada lembaga kemanusiaan dari Amerika, dan Mbak Sasa yang sudah membantu para penyandang disabilitas di Magetan,” Kata Kepala Dinas Sosial, Parminto Budi Utomo.

Terhadap mereka yang mendapatkan bantuan kaki palsu, Parminto mengaku pemkab akan melakukan pemantauan untuk memberikan bantuan di sisi yang lain, seperti Kesehatan, atau modal usaha dan yang lain.

‘Kaki Baru’ Putut selesai. Setelah tiga kali dilalukan penyesuaian ukuran tingginya, kaki itu dipakai.

“Wah, ini akan memudahkan saya berjalan. Mudah untuk jalan kulakan buat usaha warung kopi saya,” kata Putut sembari acungkan jempolnya.

Ini kali pertama Putut menggunakan kaki palsu. Kebahagian keduanya. (far/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment