Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Korupsi Proyek Embung, Gugatan Kades Kalangketi Ditolak

Magetan – Gugatan praperadilan yang diajukan tersangka Supangat, Kepala Desa Kalangketi, Kec. Sukomoro, Magetan, sia-sia. Ini setelah hakim tunggal Pengadilan Negeri Magetan, Graito Aran Saputro, menolak gugatan praperadilan yang diajukan tersangka pada Kejaksaan Negeri setempat.

“Gugatan tersangka ditolak. Jadi kami menang dalam gugatan praperadilan ini. Sehingga, proses penyidikan tersangka dan penggugat sudah sah,”kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) setempat, Ely Rahmawati, Selasa (15/2/2022).

Supangat dalam gugatan praperadilan ino didampingi penasehat hukum, Dasi SH. Supangat menjadi tersangka terkait pembangunan embung dari Dana Desa (DD) Rp358 juta dari anggaran tahun 2018-2020. Selain itu, juga pembangunan talud yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun anggaran 2019 sebesar Rp672 juta.

Menurut kajari, seharusnya dalam pengelolaan keuangan desa dilakukan oleh Bendahara Desa. Akan tetapi, setelah uang cair untuk pembangunan terbentuk tim pelaksana. “Namun, tim tidak difungsikan oleh tersangka, dalam hal ini, kades. Sebab, semuanya dilakukan kades, termasuk pembayaran honor untuk pekerja,” ungkap Ely.

Dia menambahkan, setelah dilakukan penyelidikan hingga penyidikan, tim penyidik kejaksaan mendapatkan tiga bukti, termasuk juga saksi-saksi, dan tiga saksi ahli. Tiga saksi ahli itu dari BPKP Jatim, BBWS Bengawan Solo, juga Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta. ”Hasil audit BPKP, dari dua program pembangunan itu, negara mengalami kerugian kurang lebih Rp498 juta,” imbuh Ely.

Sedang pembuktian ahli teknik sipil dari UNS terkait uji fisik, jauh dari kata ideal. Kemudian ketika BBWS Bengawan Solo turun memeriksa keseluruhan, berkas perizinan juga tak ada. Padahal, ketika akan membangun embung itu wajib mendapatkan izin dari pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian terkait. (ant/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment