Keluarga Benarkan Klarifikasi Pemkab Magetan soal Bantuan Sosial Mbah Semi

Magetan – Klarifikasi Pemkab Magetan mengenai lengkapnya bantuan pemerintah yang didapat Warga Desa Gebyog, Mbah Semi, dibenarkan pihak keluarga.

Bahkan, keponakan Mbah Semi, Wintarti mengaku sedih ketika Mbah Semi diberitakan hidup sebatang kara.

“Ada keponakannya. Saya dan cucunya yang tinggal di depan rumah saya itu. Setiap sore, itu kalau gak dijemput, ya Mbah Semi datang ke sini. Tidur di rumah sebelah saya itu, semua tahu hal ini,” ungkap Wintarti, Kamis (21/3/2024).

Wintarti mengaku sejak berita muncul jelang pemilu bahwa Mbah Semi tak dapat bantuan, dia ingin mengklarikasi.

“Pendamping kami Mbak Atik juga punya pandangan yang sama. Kami heran kenapa kok Mbah Semi diberitakan seperti itu, dan tidak melakukan klarifikasi ke saya sebagai wali kuasanya,” kata Win yang juga seorang guru.

Wintarti mengaku dialah yang mengambil setiap bulan bantuan program Bunda Kasih yang diberikan Pemkab Magetan sebesar Rp 300 ribu per bulan. Dia memberikannya ke Mbah Semi Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu setiap minggu.

Kepala Desa Gebyog, Suyanto menambahkan ada mis informasi terkait viralnya Mbah Semi yang diberitakan tak dapat bantuan.

“Saya mengupayakan semua warga saya yang layak menerima bantuan agar dapat bantuan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Sosial Pemkab Magetan menyatakan, Mbah Semi sudah tercover Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional.

Selain itu, juga mendapatkan Bantuan Program Pemkab Magetan “Bunda Kasih”, dan bantuan permakanan dari Kemensos.

Pernyataan Dinas Sosial ini membantah pernyataan Anggota Komisi VIII DPR RI Ali Ridha saat rapat kerja dengan Kemensos. Paparan Ali Ridha tentang ada nenek yang berusia 90 tahun di Magetan, Mbah Semi, yang tak mendapatkan bantuan itu membuat Kemensos menangis.

“Hidup sebatang kara di Magetan, saya datang setelah saya baca di Tribun, dan benar orang ini memang sebatang kara dan memasak, tapi tidak ada beras. Dia harus memakan tahu dan kacang panjang. Di sisi lain, di desa yang sama, ada yang tidak berhak menerima mendapat bantuan,” kata Ali Ridha dalam rapat kerja di gedung dewan, Selasa  (19/3/2024) lalu. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Pemkab Magetan Jalin Kerja Sama dengan YPMI untuk Kesehatan Mata

Magetan – Pemkab Magetan menjalin kerja sama dengan Yayasan...

Hot this week

Raih WTP 12 Kali Berturut-turut, Plt Ketua DPRD Magetan: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Sidoarjo – Di tengah prahara kasus dugaan korupsi Pokir,...

Idul Adha 2026, Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan Sembelih 8 Sapi dan 42 Kambing Kurban

Magetan — Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan melaksanakan...

Syuting Kelima ‘Reality Show’ TV Eropa di Indonesia, Tiga Kali Mampir Magetan

Magetan – Magetan punya daya tarik luar biasa bagi...

Idul Adha 2026, Pemkab Magetan Salurkan 40 Kambing dan 4 Sapi Kurban ke Masjid dan Masyarakat

Magetan – Pemkab Magetan menyalurkan hewan kurban menjelang Hari...

Terbaru

Popular Categories