Kembang Mekar

Ketika Mahasiswa UNS KKN di Kraton, Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Maospati – Geliat UMKM di Magetan bukan tanpa dampak. Malah, ada dampak negatif yang menyebabkan persoalan baru, apabila dibiarkan.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Kraton, Maospati. Di wilayah kecil yang berada di sudut Timur Kabupaten Magetan itu, UMKM tumbuh.

Pesona Sendang Kamal membuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat menggagas wisata pasar tradisional. Namanya, Sendang Kamal Traditional Market (SKTM). Dibuka setiap hari Minggu.

Pelaku UMKM memanfaatkan event itu untuk memasarkan dan menjual produknya. Sebagian besar bergerak di bidang kuliner atau food and beverage.

Bak pisau bermata dua. Ekonomi tumbuh dari menggeliatnya UMKM. Namun, limbah rumah tangga juga banyak. Kalau tak ditangani serius, potensi pencemaran lingkungan terjadi.

Mahasiswa KKN (kuliah Kerja Nyata) Universitas 11 Maret (UNS) Surakarta, yang tergabung dalam Kelompok 250, melihat fenomena di Kraton itu.

“Muncul ide untuk membantu warga mengolah limbah rumah tangga. Agar bisa menjadi solusi penanganan limbah dan memberi nilai ekonomi,” kata Muhammad Arif Rifa’I, mahasiswa Prodi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2019, baru-baru ini.

Arif, sapaannya, kemudian memilih minyak jelantah untuk diolah menjadi lilin aromaterapi. Kesukaannya mengulik unsur dan senyawa kimia, bermanfaat bagi warga.

Bersama 8 anggota kelompoknya, Arif mengubah limbah menjadi lilin aromaterapi dengan bahan benang kasur, parafin, sereh, daun jeruk, pewarna (krayon), essential oil atau minyak aromaterapi, mentega (opsional), serta minyak jelantah.

“Kami berkoordinasi dengan masyarakat untuk menyusun skema pengumpulan minyak jelantah,” tambahnya.

Minyak jelantah diproses sedemikian rupa. Mulai memanaskan, pencampuran bahan, hingga dicetak.

“Sudah bukan zamannya limbah rumah tangga dibuang lantas dibiarkan sehingga memberikan dampak buruk bagi air, tanah, dan udara sekitar. Lewat pengolahan lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini, limbah diubah menjadi produk baru yang bernilai jual,” tutur Arif ketika menyampaikan sosialisasi, awal Agustus lalu.

Kelompok KKN 250 memberikan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi ke warga dan kelompok PKK di Kelurahan Kraton.

Lilin aromaterapi itu kemudian diberi merek, ‘Liamita’.

Tak hanya pembuatan lilin aromaterapi, mahasiswa UNS ini juga mengangkat aspek kewirausahaan meliputi branding, pengemasan, dan pemasaran lilin aromaterapi yang disampaikan oleh Grage Syaputra (mahasiswa prodi Teknik Industri Fakultas Teknik) dan Cesianne Zoe Setiawan (mahasiswi prodi Agribisnis Fakultas Pertanian)

“KKN bukan hanya ajang pamer konten atau keseruan di media sosial. Melainkan juga kesempatan untuk memberikan manfaat berupa dampak positif dan menyebarkan produktivitas seluas-luasnya kepada warga masyarakat tempat mengabdi. Lewat pembuatan lilin aromaterapi, kami berharap manfaat itu dapat tercapai,” kata ketua kelompok, Sahid Yudhakusuma Kalpikajati.

Lilin aromaterapi ini nantinya akan dibawa menuju expo KKN UNS. (far/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment