Peristiwa

Ketua Pokdarwis: Buat Zonasi Dahulu, Belum Tentu Eco Green Sustainable untuk Sarangan

Magetan – Kawasan Wisata Sarangan yang mengusung konsep berbasis Eco Green Tourism menuai komentar sejumlah kalangan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Magetan, Widia Astuti mengatakan konsep Eco Green Tourism yang diusung untuk Kawasan Wisata Sarangan merupakan konsep yang bagus.

“Di atas kertas ini konsep yang bagus. Bukan konsep baru, tapi lebih menata kelestarian lingkungan dan ekonominya,” katanya, Rabu (6/7/2022).

Hanya saja, menurut Widia, Magetan belum memiliki zonasi kawasan wisata. Sehingga, belum bisa dipastikan apakah konsep itu yang punya keberlangsungan atau konsep lain.

“Ini momentum buat Pemkab untuk membuat zonasi kawasan wisata di Magetan. Jadi ada pembagian, mana area konservasi, mana area ekonomi, mana yang tidak bisa dibangun apapun. Green, yellow, dan red zone. Area red zone ini area yang tidak boleh sama sekali dibangun apapun guna keseimbangan alam, tanah, air, dan juga ekosistem,” jelasnya.

Sebelumnya, PT. Industri Kereta Api (PT. INKA) memaparkan konsep Eco Green Tourism untuk Kawasan Wisata Sarangan, yang dihadiri bupati, wakil bupati dan jajaran OPD Pemkab Magetan.  

Optimisme PT. INKA ini cukup kuat. Sebab, Sarangan sampai Cemorosewu memiliki kesejukan yang alami dan masih masih banyak pohon hijau. Keuntungan inilah yang dicari oleh wisatawan, terutama wisatawan luar negeri.

Pengembangan Sarangan sebagai wisata Eco Green akan segera dilakukan paling cepat akhir tahun 2022. “Jika masyarakat dan pelaku wisata di Sarangan setuju dengan konsep dan rencana besar ini, akhir tahun kemungkinan akan segera ada MoU-nya,” pungkas Agung.

Sugeng menambahkan konsep Eco Green Tourism dengan menghadirkan parkir area tersentral merupakan fasilitas prioritas yang dibutuhkan. Mengingat permasalahan kawasan Sarangan yang selalu macet saat akhir pekan.

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment