Peristiwa

Kunjungan Dadakan Diana Sasa ke Petani Gebyog, Hasilnya mengejutkan

Karangrejo – “Saya ini gak kenal dengan Mbak Sasa. Belum pernah ketemu. Lah kok bantuannya sudah ada dua di sini. Ruang kelas, sama itu Bu, sumur pompanya sudah jadi,” kata Kepala Desa Gebyog, Suyanto.

Suyanto menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada peresmian ruang kelas RA (Raudhatul Athfal) Arifatul Insan, akhir pekan lalu.

“Atas nama pribadi, warga dan pemerintah desa Gebyog, kami menyampaikan banyak terima kasih.”

Anggota DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa, merespon informasi ‘Mbah Lurah’ itu. “Saya juga baru tahu, kalau pompanya sudah jadi. Ini ketua poktannya hadir gak, abis acara saya mau lihat ke sana,” kata Sasa, panggilan akrabnya.

Usai acara peresmian ruang kelas RA Arifatul Insan, Diana Sasa mengajak Ketua Poktan Kulon Kali, Purwanto, penerima bantuan sumur pompa dari aspirasi legislator PDI Perjuangan itu. Kunjungan dadakan.

Karena medannya melewati areal persawahan, Diana Sasa dibonceng sepeda motor oleh Saiful, kader dari PAC Karangrejo. Sasa didampingi, anggota DPRD Magetan Rita Haryati, kades Gebyog, dan forkompica.

Sumur pompa memang sudah jadi. Tapi, ‘rumahnya’ belum. “Ini anggarannya nanti cukup untuk membangun rumahnya?” tanya Sasa.

Purwanto memastikan anggaran cukup hingga pembangunan rumah sumur pompa. “Sekali lagi terima kasih, Mbak Sasa atas bantuannya. Sumur pompa menjawab keresahan petani di sini mengenai masalah pengairan,” katanya sembari menjelaskan akan ada 100 petani yang memanfaatkan sumur pompa itu.

Saat berada di area sumur pompa itu, Diana Sasa melihat beberapa orang petani sedang memanen padi. Diana Sasa melanjutkan kunjungan dadakannya itu ke kelompok petani yang memanen padi.

Ternyata, sebagian hasil panen rusak. “Ini salah semprot, Bu. Bukan pembasmi hama, tapi pembasmi rumput yang disemprotkan sehingga hasilnya begini,” kata Sadimin, salah satu petani.

Sadimin mengaku rugi lebih dari 1 ton.

Diana Sasa turut prihatin atas kegagalan panen yang dialami sejumlah petani di Desa Gebyog. “Meski dalam suasana sedih, kami senang dilihat bu dewan. Seperti diperhatikan gitu.”

Untuk menghibur para petani, Diana Sasa pun memberikan sejumlah uang, “Ini untuk nanti beli jajan rame-rame ya. Biar gayeng dhahar bareng, sing penting sedaya paringi sehat, nggih,” ujarnya yang disambut tawa ceria para petani. (far/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment