Peristiwa

Magetan 347, Jadi Titik Tolak Dunia Seni Batik

Magetan – Perkembangan perajin batik di Magetan dari hari ke hari makin moncer. Di Hari Jadi ke-347 Kabupaten Magetan, desainer Ulfa Mumtaza memiliki harapan khusus.

Perempuan yang bersama keluarganya tinggal di Mantren, Kec. Karangrejo itu, berharap, dunia seni batik di Magetan semakin diterima warga lokal. Bahkan, bisa mencuri perhatian masyarakat luas.

“Saya berharap, momentum Hari Jadi ini menjadi titik tolak dunia seni batik Magetan untuk terus berkembang dan semakin maju. Karena semua untuk Magetan kita,” kata Ulfa, Rabu (12/10/2022).

Lulusan sekolah desain Susan Budihardjo ini menambahkan, kebijakan mengenakan batik produk lokal, di awal Oktober bersamaan hari batik, itu menandakan komitmen pemerintah. Demi mengangkat derajat karya perajin batik Magetan.

“Menurut saya, perajin harus lebih berani mengeksplore potensi lokal ke dalam media kain batik. Pelan-pelan tapi mengikuti tren sekarang dan terus menggali potensi Magetan,” kata dia.

Saat ini, di Magetan terdapat sekitar 50 perajin batik. Ini sejak era kepemimpinan Bupati Suprawoto dan Wakil Bupati Nanik Sumantri. Di awali dengan kemunculan batik khas Sidomukti hingga batik ciprat Simbatan serta ciprat Gebyog.

Terbaru, Desa Soco, Kec. Bendo, melaunching batik Soheden. Kemudian, Desa Krowe, Kec. Lembeyan meluncurkan batik Kembang Krawe. Lantas ada pula batik Bonjer Desa Jejeruk (Kartoharjo), batik Shibori (Tawanganom Kec. Kota), dan batik Parang Selo (Parang).

Ada lagi batik Bogho Kadirenan Lembeyan, batik Kacang Kepuhrejo Takeran, batik Pari Memping Kuning Wates Panekan, batik Jepan Genilangit Poncol, batik Uweg Purworejo Nguntoronadi, serta batik Kepo dari Pesantren Subulus Syafi’in Magetan.

Kemudian, batik Ecoprint Pojoksari Sukomoro, batik Sukowijoyo Sukowidi Kartoharjo, batik Karangwungu Cileng Poncol. Dan masih banyak lagi desa dan Bumdes yang fokus pada kerajinan batik.

“Jadi kita harus bermimpi untuk lebih tinggi yakinlah kesuskesan itu modalnya hanya satu yaitu keyakinan. Mari kita bersama-sama selaku masyarakat warga Magetan membuat ekosistem agar berkembang sehingga perajin batik di Magetan semakin sukses,” kata Bupati Suprawoto dalam suatu kesempatan.

Menurut dia, kita harus mengenalkan dan membesarkan batik khas Magetan kalau seandainya nanti Magetan ini batiknya terkenal kita semua akan menjadi saksi lahirnya perkembangan batik di Magetan.

Kemudian, Suprawoto berharap dengan kreativitas anak-anak muda banyak motif yang beragam. Karena, kita semua masyarakat menginginkan sebuah keunikan dan mempunyai ciri khas.

“Jadi tidak sama antar perajin dan kemudian ada filosofinya, dengan menciptakan batik itu sebaiknya ada filosofinya. Filosofinya dibuat semenarik mungkin dan membuat penasaran jadi orang itu tertarik ke Magetan,” terang Bupati Magetan. (mif/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment