Magetan Cocok dengan Konsep Pembangunan Agropolitan

Magetan – Berada di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan dirasa cocok sebagai wadah para seniman. Begitu pula ketika dicermati lebih lanjut strategi pembangunan Pemkab Magetan mengakar pada pelestarian lingkungan di era modernisasi digital saat ini.

‘’Ini selaras dengan visi Nawa Bhakti Satya Jatim Harmoni. Pada esensinya pembangunan tidak hanya soal ekonomi dan intelegensi. Namun, juga nilai dan estetika, kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, Minggu (06/03/2022).

Menceritakan konsep Agropolitan, Emil menjelaskan visi besarnya yang diyakini. Apa itu ? ‘’Habitat masyarakat agar pembangunan meningkat namun diiringi dengan terjaganya lingkungan,’’ terang Emil.

Wagub mengutarakan hal tersebut dalam saresehan Kenduri Bumi Ngalab Berkah UMKM Taat Pajak di Desa Sumberdodol, Kec. Panekan, yang digelar oleh komunitas Magetiart. Kenduri Bumi digelar mulai 5-12 Maret 2022.

Emil hadir bersama Bupati Suprawoto, Forkopimda, OPD terkait dan para seniman dar berbagai wilayah. Juga sebagai narasumber, artis, budayawan dan seniman, Eros Djarot. Sutradara yang juga politikus ini mengulik isu lingkungan dan kearifan lokal, kesenian, eco art dan nilai keberagaman budaya.

Sementara, Bupati Suprawoto berkomitmen penuh dengan peningkatan kondisi lingkungan. Berbagai kebijakan telah ia telurkan. Salah satunya kewajiban penanaman pohon sebagai bentuk rasa syukur. Tidak berhenti sampai disitu, direncanakan tahun ini Pemkab Magetan akan memulai pembangunan hutan bambu.

‘’Hutan bambu ini kelak menjadi ikon Magetan. Ini juga sebagai upaya konservasi lingkungan,’’ ungkap bupati.

Kenduri Bumi dan Ngalab Berkah tersebut, mengangkat tema women, environment and art performance. Rangkaian Kenduri Bumi ini diwarnai dengan pameran karya seni, workshop cetak batik, kolaborasi art performance, lomba fotografi hingga sarasehan budaya.

Direncanakan, artis Cinta Laura Keihl juga bakalan datang di Sumberdodol. Emil dan bupati serta Forkopimda juga melihat dari dekat pameran lukisan tunggal Agus Wicak yang bertemakan Biodiversity and Mind. (ant/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

spot_img
spot_img

Popular Categories

spot_img