Senin, 27 Mei 2024

Merawat Seni dan Budaya ‘Kudu Lilo dan Legowo’

Magetan – Di usia yang sudah tak muda lagi, sosok ini masih terihat energik. Dia selalu ada di hampir semua event di Magetan, terutama kegiatan kebudayaan. Dialah menjadi orang yang paling sibuk ketika Magetan menggelar event seni budaya.

Namanya, Hardjuno. Usianya sudah 64 tahun.

Ngurusi kebudayaan ini penting. Apalagi, dengan potensi yang dimiliki, Magetan bisa mendapatkan pengakuan dari luar,” katanya, Selasa (22/02/2022).

Menurut Mbah Juno, panggilan akrabnya, selama ini kegiatan kebudayaan yang dilakukan Magetan hanya menyentuh sisi seremonial. Misalnya, mengisi acara di TMII Jakarta, Gedung Cak Durasim Surabaya.

“Sebelum ini, kita gak pernah menyentuh komunitas-komunitas budaya untuk mendapatkan feedback,” katanya.

Inilah yang kemudian dilakukan Mbah Juno dalam usahanya melestarikan budaya di Magetan. “Saya dan teman-teman datang ke Festival Lima Gunung, event kebudayaan Tulungagung dan lain-lain. Sehingga, ketika kita mengadakan event, para komunitas itu datang ke Magetan,” jelasnya.

Mbah Juno menyontohkan event Grebeg Pring Urip pada 2018 dan diadakan lagi tahun berikutnya. Sejumlah komunitas budaya dari Solo, Yogyakarta dan beberapa kota lain ikut meramaikan.

“Di budaya itu, kita bukan paling benere dewe. Kadang kita merasa paling bener dan pinter sehingga menolak talent dari luar. Di bidang budaya, kita sama-sama belajar,” tegasnya.

Hardjuno terjun di dunia seni dan budaya, ketika pensiun dari Kantor BPS Magetan, 2016. Dia memulai dengan menggelar beberapa event, hingga ke desa-desa. Pada awal kiprahnya menggeluti dunia seni dan budaya, dia sukses menggelar event pertunjukan jazz dan puisi di Desa Sumberdodol, Panekan.

Kudu lilo dan legowo. Kerja di bidang seni dan budaya harus ikhlas,” katanya orang yang berada di balik suksesnya gelaran Kirab Pusaka dan Pameran Keris Tosanaji baru-baru ini.

Menurut Mbah Juno, Magetan masih memiliki banyak potensi yang belum digali dan tidak bisa digali. Katanya, itu PR generasi mendatang.

“Harus konsisten juga. Ini menjadi tantangan karena teman-teman seniman dan budayawan juga punya tingkat kejenuhan,” tambahnya.

Mbah Juno, yang juga Ketua Paguyuban Sejarah Kebudayaan Tradisional dan Ekonomi Kreatif (Pekatik) Magetan mengajak anak-anak muda ikut merawat sejarah dan budaya.

“Ada wartawan yang sering bilang, terus gajule (penerus) Mbah Juno iki sopo,” katanya sembari tertawa. (far/mk)

Berita Terkait

Hot this week

Tangki Bocor, Espass Terbakar Usai Isi BBM di Takeran

Takeran – Percikan api yang muncul dari mesin mobil...

Memajukan Magetan Tak Cukup Hanya Bergantung kepada Siapa Bupatinya

Jakarta – Salah satu nama yang kerap disebut-sebut juga...

Setelah PKB dan Golkar, Nanik Sumantri Daftar Cabup di Partai Nasdem Magetan

Magetan – Kandidat calon bupati Nanik Endang Rusminiarti atau...

Ganggu Irigasi Petani, Pemkab Magetan akan Bongkar Bangunan di Belakang Pasar Sayur

Magetan – Pemkab Magetan akan membongkar bangunan liar di...

Sudah (Seharusnya) Sujatno Maju Pilkada Magetan

Magetan – Awal bulan Mei, LSM Magetan Center yang...

PPS Dilantik, Pj Bupati Magetan: Bekerjalah Sesuai Sumpah, agar Pilkada Kondusif

Magetan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Magetan melantik 705...

Pesan Kebhinekaan dari 2 Ribu Siswa Magetan di Acara Tari Massal Hardiknas 2024

Magetan – Pesan keberagaman, kebhinekaan disampaikan melalui sebuah event...

Tuntas, Mbah Tik Kembalikan Formulir Cabup Pilkada Magetan di 4 Partai

Magetan – Kandidat calon bupati Tikno, hari ini, Sabtu...

Keren, Magetan Gelar Kejuaraan Karate Internasional di GOR Ki Mageti 25-26 Mei 2024

Magetan – Magetan punya prestasi membanggakan di bidang penyelenggaraan...

Dari 9 Parpol di DPRD Magetan, Nanik Sumantri Daftar Cabup di 7 Parpol

Magetan - Kandidat calon bupati Nanik Endang Rusminiarti, paling...

Popular Categories