Peristiwa

Merdeka dari Beban Kuota Internet yang Tak Murah

Ngariboyo – Pandemi Covid-19 telah mengubah hidup. Internet seperti kebutuhan pokok. Harus ada, tidak bisa tidak. Mulai untuk sekolah hingga bekerja.

Bagi warga yang tinggal di desa persoalannya menjadi dua paling tidak. Biaya pulsa dan data yang berat bagi mereka. Berikutnya, sinyal kadangkala.

Dari situ, Kelompok Masyarakat (Pokmas) Mojopurno Maju mengajukan bantuan penyediaan internet untuk warga Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Magetan.

“Ide awalnya itu. Supaya anak-anak belajar lancar meski pandemi. Sangat membutuhkan jaringan internet atau wifi,” kata Ketua Pokmas Mojopurno Maju, Erwin Dino, Senin (15/8/2022).

Pandeminya sudah berakhir. Bantuannya baru cair. Namun, manfaat tetap sama.

“Wifi ini membuat order pesanan kue saya jadi lancar. Karena sekarang, banyak yang pesan lewat hp,” kata Sukarti.

Sukarti, warga Desa Mojopurno, yang telah bertahun-tahun jualan kue tradisional. Bantuan internet wifi di rumahnya juga digunakan anaknya untuk keperluan bekerja.

Sumarmi, tetangga Sukarti juga sama. Internet jadi layanan tambahan buat pelanggan salonnya.

“Terima kasih, Mbak Sasa,” katanya.

Lebih dari 100 warga Desa Mojopurno kini memiliki akses internet murah bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui aspirasi Diana AV Sasa, anggota DPRD Jawa Timur dari PDI Perjuangan.

“Biaya pasang gratis. Berikutnya, ada biaya 100 ribu per bulan yang dibebankan kepada warga pemasang. Hasilnya, bisa untuk pengembangan kegiatan pokmas. Semoga bisa menjangkau satu desa, bahkan desa tetangga, bila berkembang nanti,” kata Erwin.

Warga Desa Mojopurno kini merdeka dari ketertinggalan teknologi. Merdeka dari kesulitan akses internet. Merdeka dari beban biaya data yang tak murah karena aspirasi yang diperjuangkan Diana Sasa. (far/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment