Magetan – Kebijakan ‘Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam’ menuai kritik. Kebijakan ini dianggap keliru karena tak bisa diterapkan. Apalagi, jika dikaitkan dengan aspek kesehatan.
Kritik warga itu ditulis di kolom komentar pada postingan MagetanKita mengenai berita Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam. Postingan MagetanKita di Grup Facebook BERITA MAGETAN itu mendapat lebih dari 2.200 ribu komentar dalam waktu sehari.
Sebagian besar menilai kebijakan bermasker 24 jam tak masuk akal.
“Tambah aneh2 ae… iki sing gawe aturan sopo,pemprov ae gk smp samene,pdhal mnurut kpdatan pnduduk lbih padat kota… wong2 iki gk paham,alsan e gawe masker???pnybran covid lwt prantara apa,dadi ne yo ngawur gae aturan,” tulis akun Atok Diono, Sabtu (20/2/2021).
Warganet lainnya, mengaitkan kebijakan dengan aspek kesehatan. Akun Dsukmawan memosting literatur tentang bahaya penggunaan masker ketika melebih 5 jam.
“24 jam kok ngambu ababe dewe.. Lha bongko,” kata akun Asep Saputra Wijaya
Kritik juga ditulis akun Didik Dhy di dinding sosial medianya.
“Piye ngene iki lurrr…? Bapak bupati gawe progam pake masker 24 jam. Trus ahli kesehatan bilang itu tidak baik. Kudu piye jal ???” tulis Kepala Desa Soco, Kecamatan Bendo itu.
Pemkab Magetan mengeluarkan kebijakan Gerakan Magetan Bermasker 24 jam. Dalam kebijakan ini, warga diminta memakai sehari penuh atau 24 jam, selama 2 minggu mulai 21 Februari 2021 – 7 Maret 2021. Warga diimbau tidak melepas masker bila tidak sangat perlu baik di dalam atau di luar rumah. Dan, menghindari berinteraksi dan berkomunikasi jarak dekat dengan orang yang tidak bermasker. (far/mk)
