Peristiwa

Pabrik dari Modal Asing di Barat Disidak DPRD Magetan

Barat – Komisi A DPRD Magetan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik garmen milik PT KSS Indo Apparel di Desa Karangsono, Kecamatan Barat. Kunjungan juga didampingi oleh tim Dinas Tenaga Kerja Pemkab Magetan.

Rombongan dipimpin oleh ketua Komisi A Suwarno dan Sekretaris Komisi A Jamaluddin Malik. Ada tiga topik yang dibawa dalam misi kunjungan wakil rakyat di pabrik yang fokus pada baju perempuan dan anak ini.

“Pabrik ini kan PMA (Penanaman Modal Asing, red). Bagaimana tentang perizinan di pemerintah pusat. Sejauh mana perjalanan atau apa sudah clearence perizinannya,” ujar Suwarno. Senin (28/03/2022).

Yang kedua, persoalan gaji para pekerja PT KSS Indo Apparel. Apakah sudah berdasarkan UMR atau belum. “Perjanjian kerjanya seperti apa?,” terang dia.

Jamaluddin menambahkan, Komisi A berharap PT KSS Indo Apparel, yang men-take over pemilik usaha sebelumnya, PT Bintang Inti Karya ini, dalam rekrutmen pekerja mengutamakan tenaga atau SDM dari Magetan. “Komposisi SDM dari daerah sekitar pabrik atau warga Magetan harus lebih besar,” ujar Jamaluddin.

Termasuk persoalan BPJS tenaga kerja dan BPJS kesehatan juga wajib menjadi perhatian perusahaan, tambah Jamaluddin.

HRD PT KSS Indo Apparel, Ita Yuliani di hadapan Komisi A DPRD mengatakan, kalau persoalan izin, pihaknya tidak paham. Sebab, hal tersebut ranah dari pimpinan perusahaan. Dan, pabrik ini adalah PMA, penanaman modal asing.

Yang jelas, kata Ita, pabrik sudah beroperasi sejak bulan Agustus. Saat ini, jumlah pekerja ada sebanyak 948 orang. Untuk honor juga sudah sesuai dengan UMR Magetan.

“Kami memang belum beroperasi full. Rencananya, dalam satu tahun ini, ada penambahan 1.000 pekerja,” terang Ita.

Ke depan, Komisi A DPRD akan melakukan audiensi segitiga antara dewan, disnaker dan PT KSS Indo Apparel. “Tujuan audiensi agar tidak hal-hal yang sebagaimana dialami PT Bintang Inti Karya. Terutama persoalan-persoalan ketenagakerjaan,” imbuh Suwarno.

Sebelumnya, ada keluhan di pabrik ini kalau karyawan sering bekerja overtime, namun tidak ada tambahan upah. (ant/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment