Politik & Pemerintahan

Pemkab Magetan Serius Perbaiki Jalan, dari yang Sempit hingga Ramai Lalin

Magetan – Ini keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan terhadap perbaikan jalan kabupaten yang rusak. Pasca-melandainya pandemi Covid-19, pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD tahun 2022, Bupati Suprawoto dan Wakil Bupati Nanik Endang Rusminiarti menggelontorkan alokasi anggaran untuk perbaikan jalan, senilai Rp 30,557 miliar.

Di akhir tahun 2022, sebanyak 23 ruas jalan kabupaten akan di-hotmix atau dicor. Perbaikan infrastruktur jalan itu, bentuk keseriusan Pemkab Magetan atas jalan kabupaten sepanjang 630 kilometer. Di mana, 50 persen atau 300 km di antaranya membutuhkan perbaikan.

Pemkab Magetan berkomitmen, perbaikan jalan akan terus dilakukan bertahap tahun depan, tahun 2023. “Pada PAK ini, kami menganggarkan Rp 30 miliar lebih untuk perbaikan jalan. Tahun depan, Pemkab Magetan akan menganggarkan lagi,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Muhtar Wahid, Senin (14/11/2022).

Saat ini, kerusakan jalan kabupaten yang paling parah adalah ruas jalan di Genengan-Lembeyan. Kemudian, jalur arah Pupus ke Lembeyan yang berlubang. Serta sejumlah ruas lain di wilayah Magetan. Jalur ini yang jadi perhatian serius.

Pemkab Magetan juga mengalokasikan perbaikan jalan di jalur lalu lintas ramai dan sempit. Seperti jalan Plaosan-Turus, tepatnya pelebaran dan hotmix daerah Turus (Poncol). Serta jalur Turus-Jurug (Wonogiri).

“Kami paham bahwa jalan adalah elemen penting untuk menggerakkan perekonomian. Karena itu, secara bertahap akan kami bangun dan kami perbaiki,” ujar Muhtar pada magetankita.com.

Menurut Muhtar, tahapan pelelangan proyek perbaikan jalan di PAK APBD 2022 telah rampung. Pemkab Magetan melalui Dinas PUPR tengah melakukan pengawasan penebangan pohon peneduh jalan di jalur Kawedanan-Carat (Magetan). Terutama, di seputaran kolam renang Desa Sugihrejo.

“Yang penebangan pohon tersebut lanjutan rencana pelebaran jalur tengah dari Madiun sampai Magetan secara bertahap. Kita perlebar kemudian diaspal hotmix,” papar Muhtar.

Dikatakan kepala Dinas PUPR, fokus Pemkab Magetan saat ini adalah jalan untuk masyarat umum. Juga, akses jalan menuju kawasan pendidikan dan destinasi wisata menjadi perhatian. “Akan dilakukan perbaikan secara bertahap.”

Tidak hanya itu, Pemkab Magetan melalui Dinas PUPR juga menyiapkan Unit Reaksi Cepat (URC). Tim di bawah Bidang Bina Marga tersebut memiliki tugas perbaikan jalan dan perlu segera ditangani.

Jika URC khusus penanganan darurat, lalu ada penanganan rutin yang dilakukan oleh UPTD. Ada lagi pemeliharaan berkala jalan kabupaten yang dilakukan Bidang Bina Marga Dinas PUPR.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Suprawoto mengemukakan, pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir memang membuat rencana pembangunan yang ada dibenaknya bersama Wakil Bupati Nanik Endang Rusminiarti, cukup terpengaruh. Sebab, alokasi dana dilakukan refocusing untuk penanganan wabah Covid-19.

Kerusakan atas kondisi infrastruktur jalan kabupaten di Magetan ini mendapat perhatian dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD setempat. Itu terungkap dalam pandangan umum fraksi pada Rapat Paripurna DPRD tentang Raperda APBD tahun 2023.

“Beberapa ruas jalan kabupaten kondisinya banyak yang rusak. Kenyataan ini wajib mendapat perhatian dari Pemkab Magetan,” ungkap Ketua FPD, Kusdi, Kamis (10/11/2022).

Menurut FPD, jalan merupakan bagian penting dari pergerakan roda perekonomian masyarakat. “Kami minta perhatian dari pemkab untuk pemeliharaannya. Sampai saat ini, berapa jalan kabupaten yang rusak. Kemudian yang sudah dibenahi berapa persen,” terang Kusdi dalam PU FPD.

Fraksi PKB juga menyoroti masalah jalan kabupaten di Magetan. Fraksi ini menyoroti masalah jalan di wilayah SMPN 2 Panekan dan SMPN 1 Plaosan. “Menurut FPKB, di kedua SMPN tersebut sebaiknya dilakukan pembenahan. Juga landasan jalan di Pasar Sayur. Sudah tidak layak,” papar Ketua FPKB, Suratno. (par/mif/mk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags

Add Comment

Click here to post a comment